Waspadai peningkatan Diabetes melitus di Perkotaan, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre loa janan ilir di 085250575811

Diabetes militus sudah menjadi penyakit yang menggrogoti kesehatan lansia, bahkan kaum muda juga karena diabetes militus kini tidak mengenal usia lagi. Besarnya peningkatan diabetes militus menjadikan perawat-perawat luka untuk meningkatkan kualitas peawatannya serta tenaga kesehatan untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk menurunkan peningkatan diabetes militus. Berikut penjelasan Waspadai peningkatan Diabetes melitus di Perkotaan, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre loa janan ilir di 085250575811

 

Jakarta merupakan kota dengan prevalensi diabetes tertinggi di Indonesia. Dr Em Yunir, SpPD-KEMD, Ketua PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) Jaya, mengatakan bahwa peningkatan jumlah ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit diabetes.

“Saat ini masih banyak yang terlambat menyadari penyakit diabetes, bahkan 52% pasien diabetes sudah mengalami komplikasi saat terdiagnosa,” katanya dalam temu media di Balai Kota Jakarta

Let’s to video…

Karenanya, dr Yunir menyarankan agar masyarakat tidak menunda untuk melakukan skrining diabetes. Skrining diabetes tahapannya sederhana, bisa dengan periksa darah dan tensi seperti biasa.

“Kader-kader atau dokter puskesmas bisa melihat orang yang memiliki potensi diabetes, contohnya saat ibu atau orang tua yang membawa anaknya imunisasi ke Puskesmas. Sarankan untuk melakukan skrining diabetes juga,” katanya.

Beberapa indikasi untuk dilakukan skrining bisa dilihat dari faktor resikonya, apakah orang tersebut berpotensi diabetes. Misalnya, umurnya di atas 40 tahun, memiliki berat badan berlebih atau keluarganya ada riwayat penyakit diabetes.

dr Yunir ingin pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk wajib skrining. Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka prevalensi diabetes yang tinggi di Jakarta.

“Dalam waktu sebulan sekali harus ada kegiatan skrining diabetes di tempat kerja, misalnya 100 orang diskrining,” pungkasnya.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Hindari gaya hidup ini jika anda ingin terhindar dari DM tipe 2

Wortel baik kah di konsumsi bagi penderita DM?

4 kanker yang paling sering menyerang kaum pria, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre loa janan ilir di 085250575811

Kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan, kankerjuga salah satu penyakit yang di takuti. kanker juga tidak memiliki tanda dan gejala yang signifikan. Berikut 4 kanker yang paling sering menyerang kaum pria, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre loa janan ilir di 085250575811

 

Kanker menjadi salah satu penyakit mematikan, karena gejalanya yang tidak diketahui. Hal ini membuat sebagian besar pasien kanker sering mencari pengobatan medis ketika stadium lanjut. Dalam tahap ini penyakit menjadi sulit disembuhkan. Para dokter menganjurkan untuk melakukan deteksi dini seperti skrining kanker.

Sebelumnya, diskusilah dengan dokter untuk melakukan skrining yang tepat setelah memahami risiko dan manfaatnya. Dikutip dari Times of India, berikut beberapa jenis kanker yang paling banyak menyerang pria dan rekomendasi skrining untuk mendeteksinya.

Let’s to video…

  1. Kanker paru-paru

    Kanker paru menjadi salah satu penyebab utama kematian karena penyakit kanker di dunia. Meskipun mereka yang berisiko adalah perokok aktif dan mantan perokok, namun bukan tidak mungkin perokok pasif juga bisa terkena kanker paru. Selain rokok, polusi udara juga menjadi salah satu penyebabnya.

    Pria berusia antara 55-75 tahun dapat menjalani skrining untuk kanker paru, terutama untuk perokok berat. Skrining dilakukan setiap tahun melalui CT scan dosis rendah (LDCT) dada untuk membantu mengidentifikasi kanker paru stadium awal.

    2. Kanker mulut

    Kanker mulut mengacu pada kanker bibir, lidah, pipi, dasar mulut, langit-langit keras dan lunak, serta tenggorokan. Mereka yang secara teratur mengonsumsi tembakau seperti merokok dan mengunyah tembakau dan alkoholik memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker mulut.

    Kanker mulut sering didahului oleh munculnya lesi pra-kanker yang timbul tanpa diketahui penyebabnya. Lesi dapat berwarna putih atau merah, berupa tonjolan atau bercak titik-titik di rongga mulut. Tes skrining direkomendasikan untuk orang dewasa yang berisiko tinggi dengan gejala ini. Inspeksi visual sederhana dapat membantu mendeteksi kondisi premalignan atau kondisi saat kanker belum ganas.

  2. Kanker prostat

    Kanker prostat memengaruhi kelenjar prostat yang memproduksi cairan semen dan membantu mengendalikan urin pada pria. Pengidap kanker ini jumlahnya meningkat seiring bertambahnya usia. Nmaun, untuk stadium awal dapat diobati melalui operasi dan radioterapi. Untuk itu perlu dilakukan skrining,

    Skrining dianjurkan saat usia 50 tahun dan dilakukan melalui tes darah yang disebut tes prostate specific antigen (PSA). Jika tes PSA tidak normal, perlu dilakukan pemindaian lebih lanjut dan biopsi untuk mengidentifikasi kanker prostat.

    4. Kanker usus besar

    Kanker usus besar, atau umum disebut kanker kolorektal terjadi kerika gumpalan sel non-kanker yang disebut polip tumbuh menjadi kanker usus besar. Pria di atas usia 50 tahun harus menjalani skrining kanker usus besar secara rutin dan terus berlanjut sampai usia 75 tahun. Skrining juga direkomendasikan untuk orang dengan riwayat kanker dari keluarga, polip, paparan radiasi atau riwayat penyakit radang usus.

    Dua jenis skrining direkomendasikan untuk kanker usus besar. Satu yang menyaring untuk kanker dan polip, dan yang lain hanya menyaring kanker. Tes yang digunakan untuk skrining kanker dan polip meliputi sigmoidoskopi fleksibel, kolonoskopi, barium enema kontras ganda, atau CT kolonografi (kolonoskopi virtual). Sementara, tes yang hanya menyaring kanker termasuk tes tinja untuk darah, atau tes tinja DNA.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Pedasnya cabai yang memiliki manfaat luar biasa dahsyat

Menyusui memiliki rahasia tersendiri bagi ibu loh

 

Jangan Main-main dengan antibiotik anda harus tahu dampaknya, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre loa janan ilir di 085250575811

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang sangat umum di gunakan di dalam dunia kesehatan yang di berikan oleh dokter, penggunaan antibiotik itu sendiri memiliki batas tertentu dan jika sudah di berikan antibiotik oleh dokter kita di anjurkan untuk menhabiskan nya. Taukah kalian ternyata penggunaan antibiotik berbahanya untuk kondisi kondisi tertentu loh…, Berikut penjelasan Jangan Main-main dengan antibiotik anda harus tahu dampaknya, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre loa janan ilir di 085250575811

 

Antibiotik menjadi salah satu jenis obat yang sangat umum digunakan. Dokter selalu menganjurkan untuk menghabiskan stok antibiotik yang telah diberikan. Sebagian orang menjadikan obat ini sebagai obat dasar dari berbagai penyakit. Karena luasnya kategori obat ini, seringkali diresepkan secara berlebihan.

Dikutip dari Washington Post, sebuah penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik dapat meningkatkan risiko kanker usus besar atau kolorektal. Seorang Profesor Imunoterapi Kanker di Johns Hopkins Kimmel Cancer Center, Bloomberg Kimmel, mengatakan penggunaan antibiotik harus diminimalisir.

“Perlu ada kebijaksanaan dalam penggunaan obat ini. Mulai Tidak mengobati infeksi virus yang umum dengan antibiotik, gunakan untuk periode waktu yang sesingkat mungkin, dan hanya gunakan untuk keperluan yang sangat khusus,” jelas Kimmel.

Let’s to video…

Dua peneliti dari Inggris, Sears dan Jiajia Zhang, bersama-sama meneliti bahwa obat dengan kategori yang luas ini, memiliki efek yang cukup berbahaya. Mereka menganalisis data pasien dari Clinical Practice Research Datalink (CPRD). Selama 23 tahun, dari 1 Januari 1989 hingga 31 Desember 2012, mereka menemukan 28.890 kasus kanker kolorektal.

“Penelitian ini menambah pemahaman kami bahwa obat ini dapat memiliki efek yang besar dan signifikan, termasuk menyebabkan penyakit kronis,” tambah Sears.

Mereka kemudian menggunakan catatan medis untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi setiap riwayat kasus untuk faktor risiko kanker kolorektal, seperti riwayat obesitas, merokok, penggunaan alkohol, dan diabetes, serta penggunaan antibiotik.

Para peneliti menemukan bahwa penderita kanker usus besar lebih besar disebabkan karena konsumsi antibiotik. Ketika diteliti lebih lanjut, paparan antibiotik meningkatkan risiko kanker di usus besar proksimal (bagian pertama dan tengah usus besar) sebesar 15 persen. Tetapi itu tidak terjadi pada usus besar bagian distal (bagian terakhir dari usus besar).

“Antibiotik mempercepat peningkatan risiko kanker usus setelah dikonsumsi selama 15-30 hari. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu tersebut, risikonya meningkat hingga 8 persen. Tetapi jika dikonsumsi selama lebih dari 30 hari, risikonya meningkat hingga 15 persen,” jelasnya.

Namun, efek ini tidak berpengaruh pada kanker rektum. Jika paparan antibiotik semakin banyak hingga 60 hari atau lebih, kecil kemungkinannya kanker akan tumbuh di daerah tersebut. Kanker yang berkembang di usus besar akan terjadi setelah 10 tahun, tetapi ketika paparannya kurang dari 10 tahun, belum menimbulkan risiko yang fatal.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Kenali 6 obat yang memiliki efek samping yang harus anda ketahui

Atasi diare anda tanpa obat-obatan dengan alami