Selamat hari disabilitas 3 Desember 2019, untuk konsultasi masalah luka anda di nci tanjung redep 085250575811

Taukah kamu? Setiap tanggal 3 Desember, dunia memperingati “International Day of Persons with Disabilities“, alias Hari Difabel Sedunia.

Nah, ini saat yang tepat buat kamu untuk  update pengetahuan kamu tentang disabilitas, supaya ngga kudet. Yuk, simak!

Sebenernya, disabilitas itu apa sih?

Disabilitas adalah adanya gangguan pada kondisi tubuh dan pikiran yang membuat seseorang sulit untuk melakukan aktivitas dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Ternyata,  disabilitas itu ada banyak jenisnya loh!

Yap, ternyata disabilitas bisa terjadi pada banyak aspek.

  1. Pengelihatan
  2. Pergerakan
  3. Berpikir
  4. Mengingat
  5. Belajar
  6. Berkomunikasi
  7. Mendengar
  8. Kesehatan mental
  9. Hubungan sosial

Menurut World Health Organization, disabilitas memiliki 3 dimensi:

  1. Gangguan pada fungsi atau struktur tubuh seseorang, atau fungsi mental, misalnya kehilangan anggota tubuh (lengan/kaki), kehilangan pengelihatan, dan kesulitan mengingat
  2. Keterbatasan berakitivtas, seperti kesulitan melihat, berjalan, mendengar, atau memecahkan masalah
  3. Keterbatasan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, bergabung dalam aktivitas sosial dan rekreasi, dan mendapatkan pelayanan kesehatan

Kenapa disabilitas bisa terjadi?

Terdapat banyak hal yang mungkin menyebabkan terjadinya disabilitas.

  1. Berkaitan dengan kondisi saat lahir dan dan dapat memengaruhi fungsi tubuh lainnya hingga dewasa. Misalnya kognitif, pergerakan, pengelihatan, pendengaran, dan perilaku. Kondisi ini bisa terjadi karena:
  1. Adanya gangguan pada gen
  2. Gangguan pada kromosom
  3. Dampak dari infeksi atau zat berbahaya selama kehamilan
  1. Berkaitan dengan kondisi perkembangan, seperti autism spectrum disorder atau attention-deficit/hyperactivity disorder/ADHD
  2. Terjadi karena luka, sakit, atau kecelakaan, seperti adanya trauma pada otak
  3. Berkaitan dengan penyakit yang berlangsung dalam waktu lama, seperti diabetes, yang bisa menyebabkan kebutaan, kerusakan saraf, hingga amputasi kaki

Terdapat 3 sifat dari disabilitas

============== WATCH THIS VIDEO ===============

  1. Progresif, yaitu disabilitas yang semakin lama akan semakin parah, misalnya: alzheimer
  2. Statis, yaitu disabilitas yang tidak akan berubah sampai kapanpun, misalnya: kehilangan kaki/lengan
  3. Muncul dan hilang, misalnya salah satu penyakit saraf yang bernama multiple sclerosis

 

Anak-anak dan disabilitas

Taukah kamu? Anak-anak dengan disabilitas adalah kelompok yang paling sering dikucilkan dan disingkirkan dari masyarakat akibat diskriminasi.

Diskriminasi yang terjadi bisa beragam, dimulai dari perkataan/sikap yang ngga banget, sampai kurangnya kebijakan dari pemerintah, yang bisa menghalangi anak-anak yang mengalami disabilitas mendapatkan haknya, seperti pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Dalam paparannya, Kepala Sub Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik, Kementerian Sosial, Erniyanto menunjukkan sebanyak 21,84 juta atau sekitar 8,56 persen penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Data tersebut diambil dari Survei Penduduk Antar Sensus atau SUPAS 2015.

“Hampir setengah dari penyandang disbailitas di Indonesia adalah penyandang disabilitas ganda,” kata Erniyanto dalam acara Seminar Dukungan Pers untuk Pemberdayaan Disabilitas di Gedung Dewan Pers, Senin 28 Oktober 2019. Masih merujuk pada data SUPAS 2015 terdapat rincian kondisi penyandang disabilitas berdasarkan usia. Berikut detailnya.

# Kelompok usia 2 – 6 tahun sebanyak 24.063.555 jiwa
Penyandang disabilitas sedang 1.047.703 jiwa
Penyandang disabilitas berat 305.918 jiwa
# Kelompok usia 7 – 18 tahun sebanyak 38.230.392 jiwa
Penyandang disabilitas sedang 622.106 jiwa
Penyandang disabilitas berat 173.217 jiwa
# Kelompok usia 19 – 59 tahun sebanyak 162.732.512 jiwa
Penyandang disabilitas sedang 9.549.485 jiwa
Penyandang disabilitas berat 1.449.725 jiwa
# Kelompok usia > 60 tahun sebanyak 21.609.716 jiwa
Penyandang disabilitas sedang 9.888.281 jiwa
Penyandang disabilitas berat 2.683.278 jiwa

Selain data dari SUPAS 2015, ada pula data penyandang disabilitas dari Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas. Berikut data difabel menurut Susenas 2018.

# Kelompok usia 2 – 6 tahun sebanyak 33.320.357 jiwa
Penyandang disabilitas sedang 1.150.173 jiwa
Penyandang disabilitas berat 309.784 jiwa
# Kelompok usia 7 – 18 tahun sebanyak 55.708.205 jiwa
Penyandang disabilitas sedang 1.327.688 jiwa
Penyandang disabilitas berat 433.297 jiwa
# Kelompok usia 19 – 59 tahun sebanyak 150.704.645 jiwa
Penyandang disabilitas sedang 15.834.339 jiwa
Penyandang disabilitas berat 2.627.531 jiwa
# Kelompok usia > 60 tahun sebanyak 24.493.684 jiwa
Penyandang disabilitas sedang 12.073.572 jiwa
Penyandang disabilitas berat 3.381.134 jiwa

Kondisi umum penyandang disabilitas yang dihadapi di masyarakat adalah masih rendahnya tingkat partisipasi dalam berbagai sektor, semisal pendidikan, pelatihan, pekerjaan, dan lainnya. Penyandang disabilitas juga dianggap masih terinklusi dari lingkungan sosial dan akses terhadap fasilitas dan layanan publik terbatas.

Salah satu isu strategis tentang penyandang disabilitas adalah 18 tanggung jawab yang menjadi ranah kementerian dan pemerintah daerah. Kewajiban itu adalah pendidikan, pekerjaan, kesehatan, politik, keagamaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata, kesejahteraan sosial, aksesibiliitas, pelayanan publik.

Ada juga kewajiban untuk perlindungan bencana, habilitasi dan rehabilitasi, pendataan, berekspresi dan kominfo, pelibatan masyarakat, kewarganegaraan, perlindungan khusus (diskriminasi, penelantaran, penyiksaan, dan eksploitasi), dan subjek hukum.

 

Selamat memperingati Hari Difabel Sedunia, Teman Sehat!

Ayo, bantu teman-teman kita yang mengalami disabilitas untuk mengurangi diskriminasi yang terjadi kepada mereka.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Selamat hari diabetes sedunia, cegah diabetes dengan 3J

Tabu sekali jika anda mengucapkannya kepada Odha

Tinggalkan Balasan