6 tips agar anda terhindar dari kecanduan Gadget, untuk konsultasi masalah luka anda di nci palaran 085250575811

Kemajuan teknologi membuat kita sulit untuk lepas dari gadget yang kita miliki. Sayangnya, hal ini pun juga memengaruhi anak kita. Saat ini, banyak sekali kasus anak-anak yang sudah kecanduan gadget, bahkan tak bisa lepas dari gadget yang dimilikinya sedikit pun. Berikut ulasannya dalam rangkuman 6 tips agar anda terhindar dari kecanduan Gadget, untuk konsultasi masalah luka anda di nci palaran di 085250575811

Mungkin beberapa orang tua menganggap, anak yang pintar bermain gadget merupakan anak yang hebat karena melek teknologi. Namun, tahukah bahwa terlalu berlebihan mengakses gadget akan memberikan dampak tersendiri pada pertumbuhan emosional, mental, dan fisik anak?

Sebelum menyalahkan anak Anda, coba perhatikan dulu gaya hidup yang Anda jalani. Dapatkah Anda melepaskan diri dari gadget ketika sedang berada di depan anak Anda? Jika Anda sendiri saja kesulitan, maka tak heran jika anak Anda melakukan hal yang serupa.

Namun, sebelum anak-anak terlalu jauh kecanduan bermain gadget, Anda bisa mencoba beberapa cara ini untuk mengalihkan perhatian mereka dari gadget.

Let’s to video…

  1. Ketahui mengapa mereka suka bermain gadget

Cobalah untuk mencari tahu, apa yang membuat anak Anda sulit melepaskan diri dari gadget. Bisa jadi Anda juga pernah melakukan kesalahan yang membuatnya jadi kecanduan gadget seperti ini. Jika Anda pernah menjadikan gadget sebagai salah satu alat untuk mengendalikan anak-anak Anda, maka tak heran jika saat ini anak Anda pun tak bisa lepas dari gadget.

  1. Mintalah anak untuk beraktivitas di luar

Cobalah mendorong anak Anda untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Ini akan membuat mereka lebih sehat secara mental dan juga fisik, terutama jika mereka bertemu dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Ini juga dapat membantu mengalihkan pikiran mereka dari duduk diam terpaku bersama gadget.

  1. Atur waktu bermain gadget

Mungkin kekhawatiran anak akan telat mengerti gadget dibandingkan teman-temannya juga menghantui pikiran Anda, jika gadget benar-benar dicabut dari hidup anak. Maka dari itu, aturlah waktu yang tepat untuk bermain gadget pada anak. Jangan biarkan anak Anda sepanjang waktu memainkan gadget miliknya. Ambillah beberapa waktu dalam sehari atau bolehkan ia hanya memegang gawai di akhir pekan, agar ia pun tak ketinggalan dengan perkembangan teknologi di sekitarnya.

  1. Kembangkan hobi

Memiliki banyak waktu luang merupakan alasan utama mengapa anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gadget. Untuk bisa menjauhkan anak dari kecanduan gadget, maka cobalah untuk mengenal dan mengembangkan hobi yang dimilikinya. Anda bisa mendorong mereka untuk mengoleksi perangko, berkebun, atau mencoba melakukan kegiatan masak-masakan, alih-alih membiarkan mereka terpaku dengan gadget.

  1. Ajarkan keterampilan

Mempelajari sesuatu hal yang baru merupakan ide terbaik untuk membuat otak anak tetap aktif. Jadi, berikan kesempatan pada anak untuk mempelajari hal-hal baru, seperti berenang, olahraga, bahasa baru, bermain alat musik, atau menari, untuk menjauhkan diri mereka dari kecanduan gadget.

  1. Piknik

Bawalah anak Anda untuk piknik atau berjalan-jalan di alam terbuka. Biarkan anak menghabiskan waktu mereka berada di alam. Taman, gunung, atau pantai merupakan pilihan lokasi wisata yang baik, dibandingkan membiarkan mereka di rumah seharian dengan gadget.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

4 Cara menjadikan Akhir Pekan Anda Bahagia dan akan menurunkan gula darah anda

Hindari hamil jika anda obesitas, ini dampak pada anak

Waspada Social Jet Lag sangat berbagaya Dan 3 Dampak Social Jet Lag di nci centre astana anyar 085250575811

artikel kali ini kembali ditulis oleh ners muda turunan portugal yaitu ners holik tentang Waspada Social Jet Lag sangat berbagaya Dan 3 Dampak Social Jet Lag di nci centre astana anyar 085250575811.  apakah anda paham tentang social jet lag, bila belum ayo mulai membacanya

Saat hari pertama masuk kerja, mungkin Anda pernah merasa malas dan cepat lelah. Padahal, di hari sebelumnya Anda telah cukup beristirahat atau bahkan bersenang-senang saat mengambil cuti. Kondisi seperti ini biasa disebut dengan social jet lag.

Dipengaruhi kebiasaan dan lingkungan

Manusia memiliki irama sirkadian, yaitu pengaturan waktu pada tubuh kapan harus beraktivitas dan kapan harus beristirahat. Irama sirkadian pada setiap orang bervariasi, bergantung kepada genetik dan pengaruh lingkungan.

Tidak mengherankan, anak yang orang tuanya rajin begadang cenderung suka tidur lebih malam dibanding anak lainnya. Aktivitas sehari-hari seperti bekerja atau bersekolah juga akan mempengaruhi pilihan waktu tidur.

Irama sirkadian juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, misalnya ketika lampu dimatikan, Anda cenderung untuk lebih mudah tidur dibandingkan saat lampu dinyalakan.

Uniknya, irama sirkadian ini memiliki penyesuaian waktu tidur dan beraktivitas yang berbeda antara saat periode liburan dan hari biasa, dan hal inilah yang akhirnya menyebabkan seseorang terkena social jet lag.

Waktu tidur yang tidak terpenuhi saat hari kerja diatur sedemikian rupa agar terpenuhi saat periode libur. Dengan kata lain, tubuh mengatur mekanisme “balas dendam” tidur ini di akhir pekan.

 

Dampak Yang Akan Dialami

 

Bila Anda sering mengalami social jet lag seperti yang dijelaskan di atas, ada baiknya segera memperbaiki pola tidur agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan berikut ini:

  1. Penyakit jantung

Menurut American Academy of Sleep Medicine kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan, menimbulkan suasana hati yang buruk, rasa lelah, dan selalu mengantuk. Gawatnya, kondisi social jet lag ini dikatakan berisiko menyebabkan peningkatan penyakit jantung sebesar 11 persen.

2. Obesitas

Profesor Till Roenneberg dari Ludwig-Maximilian University, Jerman, melakukan penelitian bersama teman-temannya dan menemukan fakta bahwa orang yang waktu beraktivitasnya berlawanan dengan irama sirkadian yang normal antara tidur dan bekerja akan berisiko meningkatkan indeks massa tubuh atau dengan kata lain meningkatkan risiko kegemukan (obesitas) hingga 33 persen.

Cell Press dichannel youtube menstimulasikan tentang kasus ini

 

3. Diabetes

Ketika seseorang beraktivitas di waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur, secara tidak langsung ia juga memaksa tubuhnya untuk bekerja di periode waktu tersebut. Metabolisme dalam kondisi minimal pun dipaksa untuk menjadi optimal untuk memenuhi kebutuhan energi saat beraktivitas.

Hal ini dapat menyebabkan kelainan metabolisme glukosa dan bisa berujung pada diabetes tipe 2 atau sindrom metabolik ( kelainan profil lipid, peningkatan kadar gula darah, lingkar perut yang besar,dan tekanan darah tinggi).

jangan lupa baca lanjutannya yah…