Tabu sekali jika anda mengucapkannya kepada Odha, untuk konsultasi masalah luka anda di nci tanjung redep 085250575811

Anda mungkin tak bisa membayangkan jika orang terdekat terinfeksi HIV. Namun, bagi mereka, kondisi tersebut juga menjadi hal yang sulit untuk diterima. Berikut Rangkumannya dalam ulasan Tabu sekali jika anda mengucapkannya kepada Odha, untuk konsultasi masalah luka anda di nci tanjung redep 085250575811

Anda bisa mendukung kesehatan mental orang yang terkena HIV, dengan berhati-hati dalam menyampaikan pertanyaan dan perkataan. Sebab, ada pertanyaan dan pernyataan yang dapat menyinggung perasaan mereka.

Jangan katakan ini pada orang yang terkena HIV

Berpikir sebelum berbicara, jangan tanyakan atau katakan hal berikut pada orang yang terkena HIV:

  1. “Kok kamu bisa tertular HIV?”

Anda mungkin penasaran bagaimana orang yang terkena HIV terinfeksi virus tersebut. Hanya saja, menanyakan hal tersebut bukanlah hal yang tepat dilakukan.

Ada banyak penyebab seseorang bisa terkena HIV. Misalnya, ditularkan melalui hubungan seks, ditularkan dari orangtua melalui kehamilan dan menyusui, transfusi darah, atau menggunakan jarum yang sama dengan orang yang sudah tertular. Pengetahuan tersebut sudah cukup bagi Anda tanpa harus menanyakan detil kehidupan pribadi seseorang.

Walau begitu, beberapa orang dengan HIV (ODHIV) mungkin cukup memercayai Anda untuk menceritakan penyebab ia terkena virus tersebut tanpa perlu ditanya terlebih dahulu.

  1. “Kamu tertular dari siapa?”

Mengetahui status HIV yang positif menjadi tantangan emosional bagi mereka. Beberapa orang juga tertular dari cara yang menimbulkan trauma, seperti karena pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Dengan demikian, menanyakan siapa orang yang menularkan virus tersebut menjadi hal yang tidak bijak karena ia terpaksa untuk mengingat luka lama.

Beberapa orang yang terkena HIV juga dapat tertular di luar kendali mereka, seperti dari orangtua melalui persalinan dan menyusui. Sebagian lain mungkin juga tak mengetahui dari siapa virus tersebut. Tidak menanyakan orang yang menularkan HIV amat disarankan.

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

  1. “Kamu tidak seperti orang yang positif HIV”

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa orang yang terkena HIV harus terlihat sakit-sakitan. Padahal, Anda tak dapat menilai seseorang positif atau tidak dari penampilannya saja. Orang yang positif HIV, selama belum menderita AIDS, akan terlihat seperti layaknya orang yang negatif HIV.

Dengan fakta ini, Anda juga akan sulit mengira-ngira diri sendiri tertular HIV atau tidak. Cara terbaik untuk mengetahui status HIV adalah dengan melakukan tes HIV. Tes ini bisa Anda lakukan di berbagai fasilitas kesehatan terdekat, termasuk klinik, puskesmas, dan rumah sakit.

  1. “Aku takut tertular jika kita berinteraksi”

Beberapa orang masih memercayai berbagai mitos HIV dan AIDS, termasuk takut tertular melalui sentuhan dan interaksi biasa dengan orang yang terkena HIV. Padahal, Anda tak akan mendapatkan virus tersebut dengan menyentuh, memeluk, dan berinteraksi biasa. Begitu juga saat Anda tinggal seatap, menggunakan toilet yang sama, atau menggunakan peralatan makan yang sama.

HIV hanya dapat ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik. HIV juga bisa berpindah dari ibu yang positif HIV ke anaknya, jika sang ibu tidak mengonsumsi obat antiretroviral untuk mengendalikan HIV.

  1. “Kamu tidak pakai kondom?”

Penularan HIV tidak hanya melalui seks. Banyak orang yang terkena HIV mendapatkan virus tersebut melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik, ditularkan dari sang ibu, atau ditularkan dari suami.

Apabila rekan Anda terkena dari hubungan seks, penting untuk diingat bahwa kondom tidak 100% melindungi penggunanya dari HIV.

Tentunya, menanyakan hal tersebut tidak lagi bermanfaat. Yang disarankan bagi Anda untuk dilakukan, yakni membantu dan mendorongnya untuk mendapatkan obat antiretroviral dari dokter.

Tips membantu sahabat dan orang yang terkena HIV

Mengetahui orang terdekat terkena HIV mungkin membuat Anda bingung dan ragu apa yang harus disampaikan. Cara terbaik untuk merespons kisah yang ia sampaikan adalah dengan mendengarkan.

Selain mendengarkan keluh kesahnya, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Tidak membocorkan rahasia yang ia sampaikan. Anda bisa katakan kepada orang yang terkena HIV bahwa rahasianya aman pada diri Anda.
  2. Membantunya untuk mendapatkan pengobatan dokter
  3. Mendorongnya untuk melakukan gaya hidup sehat
  4. Mengedukasi orang lain terkait HIV dan AIDS

Apabila rekan Anda terlihat benar-benar tertekan dengan kondisi barunya, sarankan ia untuk menemui ahli kejiwaan. Mencari informasi terkait komunitas peduli HIV untuk teman Anda juga amat disarankan.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

7 gangguan kesehatan ini harus anda waspadai

6 hal dahsyat yang di miliki jahe anda harus tahu

Kenali 8 hal mitos pada penyakit HIV dan AIDS, untuk konsultasi masalah luka anda di nci talisayan 085250575811

Anda tentu sudah sering mendengar tentang HIV dan AIDS. Kondisi ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem imunitas tubuh, dan berujung komplikasi yang parah, jika tidak ditangani. Berikut rangkumannya dalam ulasan Kenali 8 hal mitos pada penyakit HIV dan AIDS, untuk konsultasi masalah luka anda di nci talisayan 085250575811

Ada begitu banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai HIV dan AIDS. Mulai dari penularan HIV, gejala HIV, kelompok penderita, hingga akibat dari infeksi HIV. Berikut adalah mitos-mitos mengenai HIV dan AIDS yang masih umum dipercaya oleh masyarakat, beserta faktanya.

 

Mitos atau Fakta #1: Tertular HIV merupakan vonis mati

Jawabannya: Mitos. 

 

Saat ini, orang yang hidup dengan HIV (ODHIV), memiliki harapan hidup yang sama dengan orang biasa. Kemunculan obat antiretroviral atau ARV membuat ODHIV tetap dapat menjalani aktivitas dan berkarya, dengan catatan bahwa, obat tersebut harus teratur diminum seumur hidup.

 

Mitos atau Fakta #2: HIV sama dengan AIDS

Jawabannya: Mitos. 

 

HIV tidak sama dengan AIDS. HIV atau human immunodeficiency virus dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sementara itu, AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome, adalah fase terparah yang bisa dialami oleh penderita HIV.

AIDS memang disebabkan oleh HIV. Namun dengan terapi ARV dan hidup sehat, orang yang terinfeksi HIV, bisa terhindar dari AIDS.

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

Mitos atau Fakta #3: Menyentuh dan berdekatan dengan ODHIV bisa tertular HIV juga

Jawabannya: Mitos. 

 

HIV tidak bisa ditularkan melalui interaksi biasa. Anda tidak akan tertular HIV, setelah bersentuhan dengan penderitanya, maupun tinggal serumah dengannya.

HIV hanya bisa ditularkan melalui kontak seksual, transfusi darah, darah yang terinfeksi, pemberian ASI, dan penggunaan jarum yang sama dengan penderita HIV. Selain itu, proses persalinan pun meningkatkan risiko penularan HIV dari ibu ke bayi. 

Oleh sebab itu, Anda tidak akan tertular jika berbagi alat makan dengan penderita HIV, berpelukan, menggunakan alat olahraga yang sama, atau menggunakan toilet yang sama. Ibu hamil yang mengonsumsi ARV, berpeluang lebih kecil untuk menularkan HIV pada bayinya.

 

Mitos atau Fakta #4: Nyamuk dapat menjadi perantara HIV

Jawabannya: Mitos.

 

Nyamuk sama sekali tidak berkontribusi dalam penularan virus HIV. Sebab, nyamuk dan serangga lain, tidak menginjeksi darah yang sudah diisapnya dari orang lain.

 

Mitos atau Fakta #5: Orang yang tertular HIV terlihat dari fisiknya

Jawabannya: Mitos.

 

Gejala atau tanda HIV sulit untuk dikenali. Satu-satunya cara untuk mengetahui infeksi HIV adalah melalui tes darah. Oleh sebab itu, penting bagi untuk rutin menjalani pemeriksaan darah, dan mengetahui status HIV Anda.

 

Mitos atau Fakta #6: HIV dan AIDS merupakan infeksi kelompok pria homoseksual

Jawabannya: Mitos.

 

Kelompok pria gay dan biseksual memang salah satu populasi kunci untuk HIV dan AIDS. Walau begitu, infeksi ini bisa menyerang semua kalangan, tanpa memandang orientasi seksual.

Hingga tahun 2017 saja, kelompok ibu rumah tangga termasuk yang paling banyak menderita AIDS.  Data ini diambil dari laporan perkembangan HIV di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan RI.

 

Mitos atau Fakta #7: Seks oral dan ‘French kiss’ dapat menularkan HIV

Jawabannya: Fakta.

 

Hubungan seks anal dan vaginal memang menjadi salah satu faktor risiko utama penularan HIV. Meski demikian, seks oral dan berciuman, juga memiliki potensi penularan walau jarang terjadi.

Virus masuk melalui membran mukosa di mulut, apabila seks oral dilakukan secara tidak aman. Berciuman juga bisa meningkatkan risiko penularan, apabila mulut mengalami luka (sariawan) pada pasangan yang berciuman dan salah satunya merupakan orang yang positif HIV. HIV tidak berpindah melalui air liur, melainkan darah pada bagian mulut yang sama-sama mengalami luka.

Yang terpenting, pastikan Anda dan pasangan rutin mengonsumsi ARV, jika positif HIV. Selain itu, mengetahui status HIV pasangan, juga merupakan hal yang baik.

 

Mitos atau Fakta #8: Pasangan penderita HIV boleh berhubungan seks tanpa kondom

Jawabannya: Mitos.

 

Pasangan dengan infeksi HIV, tetap disarankan menggunakan kondom saat berhubungan seks. Walau kecil, tetap ada kemungkinan penularan virus berbeda. 

Itulah beberapa mitos dan fakta mengenai HIV dan AIDS. Penting bagi Anda untuk memahami mitos dan fakta di atas, serta mengedukasi orang-orang di sekitar Anda mengenai HIV dan AIDS.

Dengan mengenali mitos ini, Anda yang bukan penderita HIV, tetap bisa berteman baik dengan penderita HIV. Sementara itu, jika terinfeksi virus tersebut, Anda dapat lebih berhati-hati untuk tidak menularkan kepada orang lain.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

6 hal dahsyat yang di miliki jahe anda harus tahu

Infeksi saluran kemih yang tidak diketahui banyak orang yang sangat berbahaya