8 hal yang harus anda ketahui penyebab jerawat di dada, untuk konsultasi masalah luka anda di nci tanjung redeb 085250575811

Jerawat menjadi masalah kulit yang dialami oleh banyak orang. Bukan hanya di wajah, jerawat juga dapat tumbuh di mana saja, baik leher, bahu, pantat, punggung, kemaluan, hingga dada. Berikut ulasannya dalam rangkuman 8 hal yang harus anda ketahui penyebab jerawat di dada, untuk konsultasi masalah luka anda di nci tanjung redeb 085250575811

Meski umumnya tertutup oleh pakaian, namun jerawat di dada juga bisa membuat Anda terganggu. Tak hanya itu, kepercayaan diri Anda juga dapat berkurang ketika harus membuka pakaian. Lantas, apa penyebab jerawat di dada?

Penyebab jerawat di dada

Jerawat umumnya terjadi pada remaja dan dewasa muda, namun dapat pula terjadi pada orang yang lebih tua. Orang yang bermasalah dengan jerawat mungkin memiliki bekas jerawat yang gelap, jaringan parut, kepercayaan diri rendah, dan depresi. Terdapat berbagai penyebab jerawat di dada yang potensial, di antaranya:

  1. Perubahan hormon

Perubahan hormon dapat mendorong timbulnya jerawat di dada. Ketika hormon androgen mengalami peningkatan, produksi minyak tubuh pun menjadi lebih tinggi sehingga memicu jerawat muncul.

  1. Dehidrasi

Tidak mendapat cukup cairan dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh, termasuk kulit. Ketika mengalami dehidrasi, kulit cenderung lebih kering dan bersisik. 

Tubuh pun meningkatkan produksi minyak untuk melembapkan kulit. Namun, kotoran-kotoran yang ada dapat tersangkut di pori-pori kulit yang terlalu berminyak sehingga menimbulkan jerawat, termasuk di dada.

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

  1. Pemakaian parfum

Memakai parfum dapat mengiritasi kulit sehingga memicu munculnya jerawat. Ketika dipakaikan di dada, jerawat pun dapat timbul di area tersebut. Tak hanya itu, mengaplikasikan riasan di dada, seperti bedak, juga berpotensi menyumbat pori-pori yang menyebabkan jerawat timbul.

  1. Berolahraga

Meski menyehatkan, berolahraga juga dapat menyebabkan jerawat di dada pada sebagian orang. Gesekan antara kulit yang berkeringat dan pakaian yang dikenakannya dapat memicu munculnya jerawat pada dadanya. 

  1. Mengonsumsi makanan manis berlebih

Mengonsumsi makanan manis dapat membuat gula darah melonjak dengan cepat. Tubuh pun akan meningkatkan insulin yang dapat memicu produksi minyak di kulit menjadi lebih banyak. Hal ini tentu bisa menyebabkan timbulnya jerawat di dada maupun bagian tubuh lain yang rentan terkena jerawat.

Hal ini bisa dijelaskan secara medis, karena ketika tubuh mengonsumsi makanan manis secara berlebihan, hormon androgen akan ikut meningkat untuk menstabilkan kadar gula berlebih pada darah, akibatnya jerawat juga akan muncul seiring dengan peningkatan androgen.

  1. Penggunaan pelembap

Pelembap dapat membantu mengatasi kulit kering dan pecah-pecah. Namun, bagi sebagian orang, menggunakan pelembap yang mengandung minyak (losion) dapat menyebabkan dada berjerawat karena terjadi penyumbatan pori-pori akibat kotoran dan bakteri.

  1. Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat kulit semakin kering. Hal ini memicu tubuh memproduksi lebih banyak minyak untuk merehidrasi kulit, sehingga memicu terbentuknya jerawat termasuk di dada.

  1. Penggunaan deterjen tertentu

Memakai pakaian yang bersih bisa membantu Anda terhindar dari jerawat karena mampu mencegah kotoran tersumbat di pori-pori. Namun, pada sebagian orang, menggunakan deterjen tertentu, terutama yang mengandung pewarna atau parfum, bisa menyebabkan timbulnya jerawat di dada. 

 

Cara mengatasi jerawat di dada

Ketika memiliki jerawat di dada, tentu Anda ingin segera menghilangkannya, apalagi jika jumlahnya banyak. Dalam mengatasi jerawat di dada, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  1. Mandi secara teratur

Dalam mengatasi jerawat di dada, rutinlah mandi setiap hari. Mandi secara teratur dapat membantu menghilangkan penyumbat pori-pori sehingga jerawat di dada bisa lebih cepat hilang. Tak hanya itu, tubuh pun akan terasa lebih segar dan nyaman.

  1. Gunakan sabun penghilang jerawat

Asam salisilat adalah bahan yang dapat mengobati jerawat dengan cara mengeringkannya. Oleh sebab itu, menggunakan sabun yang mengandung asam salisilat dapat membantu menghilangkan jerawat di dada. 

  1. Menggunakan pakaian yang longgar

Menggunakan pakaian yang longgar dapat membantu kulit Anda bernapas, serta terhindar dari iritasi sehingga tak memperburuk kondisi jerawat yang Anda miliki. Cobalah kenakan pakaian yang berbahan katun dan hindari yang berbahan wol, nilon, serta spandex.

  1. Tetap terhidrasi

Tetap terhidrasi dengan minum air putih dengan cukup, akan membantu mengurangi jerawat di dada dan membuat kulit menjadi lebih sehat. Selain itu, hindari pula mengonsumsi makanan yang mengandung gula secara berlebihan karena dapat memperburuk jerawat.

  1. Mengoleskan losion nonkomedogenik (tidak menyumbat pori)

Ketika dioleskan ke dada, losion nonkomedogenik dapat membantu melembapkan kulit tanpa memperburuk atau menimbulkan jerawat baru. Bahkan beberapa losion mengandung asam salisilat yang dapat membantu menghilangkan jerawat.

  1. Melakukan eksfoliasi (pengelupasan kulit)

Eksfoliasi atau pengelupasan kulit dapat membantu menghilangkan sel kulit mati sehingga tidak menyumbat pori-pori. Selain itu, sel-sel kulit baru pun akan muncul dan membuat kulit terasa lebih halus. Lakukanlah seminggu sekali karena jika terlalu sering dapat mengiritasi kulit.

  1. Menggunakan obat jerawat

Anda dapat menggunakan obat oles yang berbahan asam salisilat atau benzoil peroksida untuk mengatasi jerawat di dada. Ini dapat membantu mengecilkan jerawat dan menyembuhkan peradangan yang terjadi. 

Selain itu, Anda juga dapat mencoba bahan alami, seperti minyak tea tree oil atau madu dan lemon, untuk diaplikasikan pada kulit. Namun, pastikan menggunakannya dengan benar dan kondisi Anda mendukung.

Jika jerawat di dada yang Anda miliki tak kunjung hilang atau semakin memburuk, sebaiknya konsultasikan pada dokter kulit. Dokter kulit akan membantu Anda mengatasi masalah jerawat yang mengganggu.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Hilangkan keloid secara alami dengan 7 bahan alami

Apa dampaknya tidur dengan lampu menyala?

Dahsyatnya manfaat Baking soda dalam mengatasi jerawat, untuk konsultasi masalah luka anda di nci tabalar 085250575811

Munculnya jerawat di sekitar muka dan bagian tubuh lainnya, tentu saja menjengkelkan. Namun, jerawat adalah kondisi medis umum, yang hampir dirasakan oleh setiap orang. Berikut ini rangkumannya dalam ulasan Dahsyatnya manfaat Baking soda dalam mengatasi jerawat, untuk konsultasi masalah luka anda di nci tabalar 085250575811

Selain krim dan produk kecantikan, banyak orang yang percaya, baking soda mampu mempercepat proses menghilangkan jerawat. Apakah benar, baking soda untuk jerawat, aman dan efektif?

Bagaimana cara menggunakan baking soda untuk jerawat?

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa baking soda mampu menghilangkan jerawat? Padahal, baking soda sering digunakan dalam proses pembuatan makanan. Perlu diketahui, baking soda bisa bertindak sebagai anti-inflamasi dan antiseptik. Tidak heran, banyak orang yang percaya, bahwa baking soda, dapat digunakan untuk mengobati jerawat.

Jika Anda tetap ingin mencoba penggunaan baking soda untuk jerawat, ada baiknya tidak melakukan metode ini setiap hari. Perlu diingat juga, jangan berlebihan menambahkan baking soda, saat mengoleskannya ke kulit.

Beberapa cara di bawah ini, bisa dicoba untuk melihat khasiat dari baking soda untuk jerawat :

=============== WATCH THIS VIDEO ==============

  1. Masker muka

Untuk membuat masker muka berbahan baking soda, campur saja satu sendok teh baking soda, dengan pembersih muka. Setelah itu, tambahkan sedikit air hangat.

Aduk hingga rata, kemudian oleskan pada area wajah yang terdampak dari jerawat. Diamkan selama 10-15 menit, kemudian bilas dengan air hangat.

  1. Mengangkat sel kulit mati

Baking soda dipercaya bisa mengangkat sel kulit mati. Campurkan satu sendok teh baking soda dengan pembersih muka, lalu oleskan kepada kulit yang berjerawat. Berbeda dari metode sebelumnya, Anda harus langsung membasuhnya, sesaat setelah kulit dioleskan dengan resep ini.

  1. Membersihkan wajah

Untuk membuat pembersih muka dengan baking soda, tambahkan 1-2 sendok teh baking soda, dengan sabun cuci muka. Oleskan ke muka, lalu basuh dengan air hangat.

Perlu diingat, karena baking soda bisa membuat kulit kering, ada baiknya setelah membasuh muka, langsung oleskan pelembap ke pada kulit wajah. Hal ini dilakukan agar menghindari kulit kering.

Setiap kali menggunakan baking soda untuk merawat kulit dan melawan jerawat, gunakan baking soda baru, dengan kemasan yang masih tersegel. Sebab, kemasan baking soda yang sudah terbuka, bisa saja menyebabkan kontaminasi zat lain, yang berbahaya untuk kulit.

Risiko penggunaan baking soda untuk jerawat

Baking soda atau natrium bikarbonat, adalah zat alkali yang membantu mengatur kadar pH. Biasanya baking soda juga digunakan untuk menetralkan zat asam di dalam dan luar tubuh.

Baking soda untuk jerawat, berfungsi untuk membantu meredakan peradangan dan nyeri ringan akibat jerawat.

Baking soda sering digunakan untuk mengangkat sel kulit mati, atau ditambahkan kepada pengobatan jerawat, untuk mempercepat efeknya. Namun, Anda disarankan tidak menggunakan baking soda untuk jerawat, setiap hari.

Walaupun ada beberapa bukti anekdotal, bahwa baking soda berfungsi untuk menghilangkan jerawat, dokter dan para peneliti, tidak menganjurkan menggunakan baking soda untuk jerawat. Mereka justru merekomendasikan pengobatan jerawat yang sudah terbukti secara ilmiah.

Selain itu, penelitian terkait efek samping penggunaan baking soda terhadap kulit, juga masih terbatas. Baking soda dianggap bisa memberikan efek samping merugikan, seperti:

  1. Kulit kering
  2. Timbulnya keriput
  3. Memperparah kondisi jerawat
  4. Kulit iritasi dan meradang

Efek samping di atas, terjadi karena baking soda bisa mengganggu tingkat pH kulit.

Apakah baking soda berbahaya?

Jika tingkatan pH sudah melebihi 7, maka dapat disimpulkan bahwa kadar alkali sangat tinggi. Sementara itu, baking soda memiliki kadar pH mencapai 9. Jika baking soda langsung dioleskan ke kulit, semua minyak alami pada kulit dikhawatirkan akan hilang. Hasilnya, kulit tidak terlindungi dari bakteri.

Terlalu sering menggunakan baking soda pada kulit, dapat memperlambat proses penyembuhan kulit dan rehidrasinya. Selain itu, kulit juga menjadi sensitif terhadap elemen natural, seperti sinar matahari misalnya.
Berikut ini bahan-bahan alami dan langkah mudah yang dianggap lebih aman dari baking soda untuk jerawat:

  1. Cuka sari apel
  2. Tea tree oil
  3. Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
  4. Diet gula dan pati

Catatan dari SehatQ

Baking soda mungkin bisa membantu Anda untuk menyembuhkan jerawat. Namun, karena kandungan alkalinya, baking soda dapat mengganggu kestabilan pH, sehingga kulit jadi kering dan sensitif.

Dokter kulit tidak merekomendasikan penggunaan baking soda untuk jerawat. Biasanya, obat resep atau produk kecantikan untuk menghilangkan jerawat, dianggap lebih efektif.

Jika Anda tetap memilih untuk menggunakan baking soda, selalu ingat untuk meminimalisir “porsi” baking soda, dan membatasi penggunaannya.

Selain itu, pelembap kulit harus selalu digunakan, setelah Anda memakai baking soda untuk jerawat.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Hilangkan keloid secara alami dengan 7 bahan alami

Tips menjaga kulit wajah tetap bersih berseri