5 olah raga yang dapat di lakukan penderita asma, untuk konsultasi masalah luka anda di nci batu sopang 085250575811

Penyakit asma memang tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Salah satu cara untuk mengendalikan gejala asma adalah dengan melakukan pola hidup sehat, termasuk bergerak aktif melakukan olahraga dan aktivitas lainnya.  Berikut Rangkumannya dalam ulasan 5 olah raga yang dapat di lakukan penderita asma, untuk konsultasi masalah luka anda di nci batu sopang 085250575811

Ya, memiliki asma sebenarnya bukan halangan bagi Anda yang ingin tetap bergerak aktif. Meski beberapa jenis olahraga bisa saja memicu kekambuhan gejala asma, bukan berarti Anda melewati aktivitas satu ini. 

Olahraga untuk penderita asma yang aman dilakukan

Olahraga untuk penderita asma menjadi penting guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Jika Anda menderita asma, sebaiknya pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat. 

Hal tersebut bertujuan agar Anda dapat berolahraga dengan nyaman dan terbebas dari risiko gejala asma yang kambuh. Beberapa manfaat olahraga untuk penderita asma yang bisa didapat, di antaranya:

  1. Membantu organ paru-paru bekerja lebih baik.
  2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  3. Membantu menurunkan berat badan.
  4. Mengendalikan stres.  

 

Nah, berikut berbagai pilihan olahraga untuk penderita asma yang disarankan:

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

  1. Jalan kaki

Salah satu pilihan olahraga untuk penderita asma yang aman dilakukan adalah jalan kaki. Jalan kaki adalah jenis olahraga sederhana yang mudah dilakukan kapan dan di mana saja. 

Apalagi Anda tidak membutuhkan alat khusus atau lokasi tertentu untuk melakukannya. Anda dapat berjalan kaki berkeliling tempat tinggal di pagi atau sore hari. 

Sebuah hasil penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki tiga kali dalam seminggu selama 12 minggu berturut-turut mampu mengendalikan gejala asma dan meningkatkan kebugaran tubuh tanpa meningkatkan risiko kekambuhan penyakit. 

Jika Anda baru memulai olahraga ini, lakukanlah 10 menit jalan kaki sebanyak dua kali dalam seminggu. Kemudian, Anda dapat meningkatkan frekuensi dan durasi berjalan kaki secara bertahap menjadi jalan cepat. 

Selanjutnya, rutin lakukan jalan kaki selama 30 menit diiringi oleh pemanasan dan pendinginan masing-masing selama lima menit. 

  1. Yoga

Pilihan jenis olahraga untuk penderita asma lainnya adalah yoga. Hal ini diperkuat oleh beberapa hasil studi yang menyebutkan bahwa yoga diyakini dapat bermanfaat bagi penderita asma. 

Mulai dari membantu meningkatkan sistem pernapasan, memperlambat laju pernapasan, memberikan ketenangan, serta menghilangkan stres. Di samping itu, jenis olahraga yang mengutamakan teknik pernapasan ini diyakini dapat membantu meningkatkan kapasitas paru.

Dari sekian banyak gerakan yoga, ada beberapa postur yang dianggap dapat meringankan gejala asma. Pose yoga tersebut di antaranya:

  1. Sukhasana;
  2. Savasana;
  3. Forward bend;
  4. Seated spiral twist;
  5. Side bend;
  6. Cobra pose.

Selain itu, sebuah hasil studi lain menemukan bahwa melakukan yoga Hatha 2,5 jam setiap minggu selama 10 minggu berturut-turut mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko kekambuhan gejala asma. 

Tidak hanya yoga, manfaat olahraga untuk penderita asma ini bisa Anda dapatkan juga dengan melakukan Tai Chi. 

  1. Bersepeda

Bersepeda juga menjadi jenis olahraga untuk penderita asma yang aman. Akan tetapi, pastikan Anda hanya bersepeda santai dengan kecepatan yang rendah. Pasalnya, mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi atau bersepeda di daerah pegunungan dapat memicu serangan asma. 

Sebagai pilihan, Anda dapat melakukan olahraga sepeda menggunakan sepeda statis di dalam ruangan. 

  1. Berenang

Berenang juga menjadi pilihan olahraga yang aman bagi penderita asma. Jenis olahraga ini dapat membangun otot-otot tubuh bagian atas yang digunakan untuk bernapas serta membuat paru-paru mendapatkan lebih banyak udara hangat dan lembap. 

  1. Jenis olahraga yang menggunakan raket

Berikutnya, olahraga untuk penderita asma yang aman adalah yang menggunakan raket, seperti bulu tangkis atau tenis. Jenis olahraga ini memungkinkan Anda untuk dapat beristirahat secara teratur. 

Misalnya, Anda dapat mengendalikan kecepatan permainan lalu istirahat dan minum air kapan saja. Intensitas olahraga juga dapat berkurang apabila Anda bermain berpasangan dengan orang lain. 

 

Olahraga untuk penderita asma yang tidak boleh dilakukan

Meski demikian, pada beberapa penderita asma, melakukan olahraga dapat memicu munculnya gejala asma. Saat seseorang bernapas normal, udara yang masuk akan dihangatkan dan dilembapkan oleh saluran hidung. 

Namun ketika olahraga, orang-orang cenderung bernapas menggunakan mulut yang membuat udara dingin dan kering yang dihirup tidak bisa dihangatkan. Otot-otot di sekitar saluran udara pun menjadi sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan tersebut. 

Akibatnya, otot di saluran napas berkontraksi yang menyebabkan jalan napas menjadi sempit sehingga muncul beberapa gejala asma yang diakibatkan oleh olahraga, seperti:

  1. Batuk;
  2. Sesak napas;
  3. Dada terasa sesak;
  4. Merasa lelah yang tidak biasa setelah berolahraga.

Gejala asma yang muncul ketika olahraga dapat terjadi 5-10 menit sesaat setelah olahraga dimulai atau diakhiri. Umumnya, serangan asma saat olahraga bisa terjadi jika aktivitas fisik yang Anda dilakukan terlalu berat atau gejala penyakit yang tidak terkontrol.

Beberapa jenis olahraga yang tidak direkomendasikan bagi penderita asma, antara lain:

  1. Lari jarak jauh;
  2. Sepak bola;
  3. Bola basket;
  4. Ice skating.

Sebelum melakukan olahraga apa pun, pastikan Anda mengetahui stamina dan kondisi kesehatan Anda terlebih dulu. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi pilihan olahraga yang aman dan sesuai dengan kondisi asma Anda. 

Bagaimana cara aman melakukan olahraga untuk penderita asma? 

Selain memeriksakan diri, beberapa hal di bawah ini juga perlu diperhatikan oleh para penderita asma. 

  1. Ikuti petunjuk dokter untuk mengonsumsi obat-obatan asma baik sebelum dan setelah melakukan jenis olahraga apa pun. Jangan lupa membawa obat-obatan asma, seperti inhaler, sebagai langkah antisipasi bila gejala asma muncul sewaktu-waktu.  
  2. Mulai dengan melakukan pemanasan selama 15 menit yang bertujuan untuk membuat paru-paru mengatur asupan oksigen ke dalam paru-paru. 
  3. Lakukan olahraga dengan intensitas dan durasi sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. 
  4. Jika cuaca cukup dingin, tutup mulut dan hidung dengan masker atau syal tebal guna menghangatkan udara sebelum masuk ke paru-paru. 
  5. Hindari berolahraga di lingkungan yang dapat memicu gejala asma semakin memburuk. Misalnya, jika serbuk sari adalah salah satu pemicu gejala asma Anda maka sebaiknya hindari melakukan olahraga di lingkungan tersebut. 
  6. Batasi intensitas dan durasi olahraga apabila Anda sedang mengalami infeksi yang disebabkan oleh virus. 
  7. Setelah berolahraga, pastikan melakukan pendinginan selama 15 menit secara perlahan.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, manfaat olahraga untuk penderita asma bisa Anda dapatkan secara optimal. Perlu diingat, jangan sampai niat Anda untuk melakukan pola hidup yang aktif dan sehat malah berakhir buruk akibat kelalaian Anda. 

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

5 hal yang harus anda lakukan sebelum olahraga

9 kunci pencegahan penyakit stroke di uasia tua

5 hal yang harus anda lakukan sebelum olahraga, untuk konsultasi masalah luka anda di nci segah 085250575811

Berlari adalah salah satu jenis latihan kardio yang sangat menyenangkan. Apalagi, aktivitas fisik ini, bisa dilakukan dengan teman maupun keluarga, tanpa mengurangi konsentrasi Anda, dalam membakar lemak. Namun ingat, lakukan gerakan pemanasan sebelum lari, agar kardio jadi maksimal. Berikut rangkumannya dalam ulasan 5 hal yang harus anda lakukan sebelum olahraga, untuk konsultasi masalah luka anda di nci segah 085250575811

Gerakan pemanasan sebelum lari, bisa menghindarkan Anda dari risiko cedera, yang dapat muncul saat sedang berlari. Maka dari itu, jangan pernah anggap remeh “kekuatan” pemanasan, karena hal ini bisa memengaruhi kualitas olahraga Anda nantinya.

Pemanasan sebelum lari, apa saja gerakannya?

Sama seperti mobil atau motor, yang perlu dipanaskan, sebelum digunakan. Otot juga harus menjalani proses pemanasan, agar siap “dipakai” saat berlari. Sebab, jika otot “kaget”, bisa saja ketegangan otot terjadi. Hal ini justru bisa membuat Anda “cuti” dari kegiatan lari selama berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan.

Perlu diketahui, pemanasan sebelum lari, bisa meregangkan otot-otot di tubuh, supaya tetap lentur. Hal ini membuat otot dan persendian, berada pada jangkauan gerak paling penuh.

Berikut ini adalah beberapa gerakan pemanasan sebelum lari, yang bisa membantu Anda untuk meregangkan otot.

  1. Berjalan

Jalan kaki, dapat membantu Anda mempersiapkan otot kaki, untuk bisa berlari dalam waktu yang cukup lama. Agar kaki Anda tidak kaget, saat berlari dengan gerakan yang cepat, berjalan kaki bisa menjadi pemanasan yang tepat.

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

Pemanasan sebelum lari ini bisa Anda lakukan selama 10 menit, untuk memompa darah, supaya mengalir ke seluruh tubuh.

  1. Melenturkan paha depan

Quadriceps, atau paha depan, tidak boleh dilupakan saat melakukan pemanasan sebelum lari. Untuk “memanaskan” paha depan, Anda cukup berdiri dengan tegak, lalu angkat betis dan kaki ke arah belakang. Lakukan pemanasan ini, mulai dari kaki kanan, kemudian beralih ke kaki kiri.

Setidaknya, tahan gerakan ini selama 30 detik, setelah itu baru ganti ke bagian kaki yang lain. Pemanasan sebelum lari ini harus dilakukan, terutama jika Anda berlari di medan yang naik-turun.

Peregangan otot ini, harus dirasakan di bagian depan paha Anda, mulai dari pinggul hingga lutut. Jika peregangan dirasakan di bagian tubuh lainnya, maka ada yang salah dengan gerakan Anda.

  1. Regangkan hamstring

Hamstring atau paha belakang, juga menjadi otot yang harus Anda regangkan, sebelum melakukan aktivitas lari. Untuk melakukan gerakan pemanasan ini, Anda hanya perlu duduk, dan luruskan kaki ke depan.

Kemudian, dengan tangan Anda, cobalah sentuh kaki paling ujung, dan condongkan tubuh ke depan. Tahan gerakan ini sampai 30 detik, sebelum akhirnya berpindah ke sisi kaki yang lainnya.

  1. Peregangan otot betis

Otot betis di belakang kaki bagian bawah adalah area kunci yang harus diperhatikan sebelum berlari. Peregangan betis yang buruk dan asal-asalan, bisa mengakibatkan cedera dan rasa sakit, saat sedang berlari.

Untuk melakukan pemanasan sebelum lari ini, Anda dalam posisi berdiri. Tekuk kaki kanan ke depan, sambil menjaga kaki kiri tetap lurus. Jika gerakan ini sudah dilakukan, luruskan punggung dan tahan gerakan ini selama 30 detik. Lakukan juga pada sisi kaki kiri.

  1. Peregangan iliotibial band

Iliotibial band adalah bagian tubuh di luar paha, antara pinggul dan tulang kering. Bagian tubuh ini, seringkali terkena cedera, bagi pelari pemula, yang tidak melakukan pemanasan sebelum lari.

Untuk meregangkan bagian tubuh ini, Anda hanya harus berdiri dengan tegap, silangkan pergelangan kaki kiri di belakang pergelangan kaki kanan Anda. Kemudian, angkat tangan kanan Anda, melewati ke atas kepala. Tahan setidaknya selama 30 detik, kemudian ulangi lagi dengan sisi tangan dan kaki yang berbeda.

Perlu diingat, saat tangan kanan diangkat ke atas, melewati kepala, tubuh juga harus condong ke kanan. Hal ini dilakukan agar peregangan bisa dirasakan di bagian kaki kiri, begitu juga sebaliknya.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Ketahui dampak berolahraga dalam jumlah berlebihan

Mau terhindari DM lakukan gaya hidup ini