Tahukah anda faktor pencetus malnutrisi pada anak?,untuk konsultasi masalah luka anda di nci kutai kartanegara 085250575811

Sudah tau kah anda apa penyebab malnutrisi?tahukah faktor pencetus malnutrisi pada anak?,untuk konsultasi masalah luka anda di nci kutai kartanegara 085250575811

Secara garis besar, malnutrisi pada anak disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan dengan kebutuhan zat gizi harian anak. Namun bukan hanya itu, kondisi ini juga diakibatkan oleh beragam hal, meliputi:

Pola Makan Buruk

Ketika asupan makanan anak terlalu sedikit atau berlebih, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi optimal harian, anak berisiko mengalami malnutrisi.

Pola makan yang buruk dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari mengalami dysphagia (kesulitan menelan), mengalami penyakit, tidak tersedianya cukup bahan makanan, atau keinginan untuk makan berlebih.

Nonton video dulu ya

Masalah Kesehatan Mental

Beberapa pasien dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi, bisa mengalami kondisi ini. Umumnya, hal ini dialami pada anak dengan kondisi gizi kurang, karena mengonsumsi terlalu sedikit makanan.

Ketidakmampuan untuk memperoleh dan menyediakan makanan yang cukup

Kebanyakan anak dengan gizi kurang biasanya sulit untuk memperoleh asupan nutrisi harian yang cukup. Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya sumber makanan yang bisa memenuhi kebutuhannya, atau lingkungan sekitar yang tidak mendukung.

Ketidak Seimbangan Energi Yang Masuk Dan Keluar Tubuh

Anak yang mengalami gizi lebih biasanya sangat gemar makan, bahkan dalam porsi yang banyak. Akan tetapi, hal tersebut tidak dibarengi dengan aktif melakukan berbagai kegiatan.

Bukan tidak mungkin, kondisi tersebut justru akan membuat sisa energi yang tidak digunakan oleh tubuh, akan mengendap sehingga membentuk lemak.

Masalah Pada Sistem Pencernaan

Beberapa orang mungkin bisa makan dengan baik, tapi tubuhnya tidak memiliki kemampuan untuk menyerap zat gizi yang diperlukan. Contohnya pada pasien dengan Chron’s disease atau ulcerative colitis, yang perlu melakukan pengangkatan usus kecil (ileostomi).

Individu dengan penyakit Celiac yang memiliki kelainan genetik, sehingga membuat mereka mengalami intoleransi terhadap gluten. Anak yang memiliki penyakit Celiac berisiko lebih tinggi terhadap kerusakan pada lapisan pada usus, yang kemudian menyebabkan proses penyerapan makanan terhambat.

Anak yang mengalami diare dan muntah parah dapat kehilangan nutrisi penting, dan berisiko tinggi terhadap kekurangan gizi.

Alkoholisme

Alkoholisme adalah penyakit kronis (jangka panjang). Individu yang menderita alkoholisme dapat mengalami gastritis atau kerusakan pankreas. Masalah ini juga mengganggu kemampuan tubuh untuk mencerna makanan, menyerap vitamin dan menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme.

Kurangnya Asupan Asi Ekslusif Dari Ibu

Para ahli mengatakan bahwa kurangnya ASI, bisa menyebabkan malnutrisi pada bayi dan anak-anak. Ini karena di dalam ASI terkandung beragam nutrisi yang penting untuk menunjang tumbuh kembang anak di awal masa kehidupannya.

Faktor-Faktor Resiko

Apa yang meningkatkan risiko malnutrisi?

Ada banyak faktor risiko malnutrisi pada anak, yaitu:

  • Anak yang terisolasi dari sosial atau lingkungan sekitarnya.
  • Anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang rendah.
  • Anak dengan kelainan makan kronis, seperti bulimia atau anorexia nervosa.
  • Anak yang dalam masa pemulihan setelah penyakit atau kondisi yang serius.
  • Anak yang suka makan, terlebih dalam porsi yang sangat banyak.
  • Anak dengan gangguan kesehatan tertentu yang memengaruhi nafsu makan, berat badan, serta kemampuan penyerapan nutrisi oleh sistem pencernaan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis malnutrisi?

Selain dengan menilai kondisi lingkungan tempat tinggal anak, berbagai pemeriksaan laboratorium juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis malnutrisi. Misalnya dengan mengukur sedimentasi, hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC), menilai serum elektrolit, serta urinalisis.

Namun, jenis tes laboratorium yang paling sering digunakan untuk mendeteksi malnutrisi pada anak yaitu pemeriksaan hematologi dan protein.

Tes hematologi, mencakup pemeriksaan hitung darah lengkap (CBC) dengan melibatkan sel darah marah. Tes protein, mengukur status gizi terkait protein dengan menilai kadar serum albumin, protein pengikat retinol (retinol-binding protein), prealbumin, transferrin, kreatinin, dan nitrogen urea darah.

Bukan hanya itu, malnutrisi pada anak juga bisa diperiksa dengan mengecek kondisi fisik secara lengkap dan penilaian status gizi. Pemeriksaan tersebut misalnya dengan mengukur tinggi badan, berat badan, serta ukuran lingkar kepala (untuk anak di bawah 3 tahun).

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca juga artikel terkait :

Gizi kurang atau Gizi lebih?

Jika Pasienmu Luka, Hitung Kebutuhan Nutrisinya

Tinggalkan Balasan