Baikkah bagi kesehatan jika tidur dengan lampu menyala?, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre palaran di 085250575811

Setiap orang punya cara mereka sendiri agar dapat tertidur dengan nyenyak di malam hari. Kebiasaan mematikan atau menyalakan lampu saat tidur merupakan salah satu kebiasaan yang kita lakukan agar dapat tidur dengan nyenyak, namun tauh kah anda ternyata tidur dengan lampu menyala sebaiknya kita kurangi, mengapa demikian ?. Berikut penjelasannya dalam rangkuman Baikkah bagi kesehatan jika tidur dengan lampu menyala?, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre palaran di 085250575811

 

Setiap orang memiliki kebiasaan tidur yang berbeda. Ada yang suka tidur dengan suhu hangat, ada yang lebih memilih kamar yang dingin. Selain itu, ada yang lebih suka tidur dengan lampu dimatikan ada pula yang lebih suka ketika dinyalakan.

Kalau kamu memiliki kebiasaan tidur dengan lampu menyala, ada baiknya untuk dihentikan. Sebuah penelitian menunjukkan cahaya pada saat tidur, baik itu dari televisi atau lampu kamar lain dikaitkan dengan peningkatan risiko kegemukan dan obesitas, khususnya pada wanita.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis JAMA Internal Medicine pada Senin (10/6) menunjukkan secara spesifik, tidur dengan lampu menyala dapat membuat badan naik 5 kg selama periode lima tahun.

Let’s to video…

Dikutip dari CNN, studi ini menganalisis 43.722 wanita dan menemukan bahwa tidur dengan lampu menyala secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan dan obesitas, terutama pada wanita.

“Studi ini menemukan bahwa segala jenis cahaya buatan menyala di malam hari, seperti lampu malam kecil, cahaya di luar ruangan dan lampu atau televisi di ruangan itu, dikaitkan dengan kenaikan berat badan selama periode enam tahun dan selama tindak lanjut 12 tahun setelah studi dimulai,” kata Dale Sandler, peneliti dari National Institute of Environmental Health Sciences di North Carolina dan penulis senior studi ini.

Selain itu, wanita yang tidur dengan cahaya buatan lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki pola bangun dan waktu tidur yang konsisten dan lebih cenderung memiliki kurang tidur, membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur, dan akan sering bangun di malam hari.

“Selain sumber cahaya buatan, penelitian ini mencatat bahwa cahaya dari perangkat elektronik, seperti smartphone, tablet, komputer dan e-reader telah dikaitkan dengan kualitas dan kuantitas tidur yang buruk, kantuk yang berlebihan di siang hari dan terjaga lebih lama sebelum bisa tertidur,” tambahnya.

Secara keseluruhan, studi ini mencatat tidur dengan cahaya buatan dapat dikaitkan dengan langkah-langkah kerugian sosial ekonomi dan perilaku gaya hidup yang tidak sehat, yang semuanya dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan obesitas. Para peneliti menyerukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi peningkatan risiko pertambahan berat badan.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Anda Bekerja Selama 10 Jam Ketahui Dampaknya

Hindari hamil jika anda obesitas, ini dampak pada anak

 

Tinggalkan Balasan