Sikap peduli korban banjir samarinda oleh perawat luka InWCCA, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre sungai kunjang di 085250575811

Musim penghujan tiba sudah siap kah kalian yang tinggal di kota-kota besar seperti samarinda dalam menghadapi kemungkinan besar banjir?, tentunya banjir merupakan sesuatu yang takterhindari saat musim penghujan tiba di kota-kota besar seperti Samarinda. Kalini banjir mengundang Sikap peduli korban banjir samarinda oleh perawat luka InWCCA, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre sungai kunjang di 085250575811

 

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di berbagi kota di indonesia ketika hujan mengguyur dalam waktu yg cukup lama. Bajir juga sangat di takutkan jika berlangsung lama serta ketinggia air sampai mengancam jiwa, banjir juga dapat membawa beberapa sumber penyakit seperti diare, malaria, demam berdarah (DBD), demam tifoid (tipes), kolera dan penyakit lainnya.

 

Saat ini kota samarinda dan sekitar nya sering tergutur hujan yang di mana ketika hujan turum dalam waktu lama akan mengakibatkan meluap air suang dan beberapa bendungan di kota samarinda tidak dapat menahannya dan beberapa titik di Kalimantan timur khususnya kota samarinda dan sekitarnya tergenang banjir.

 

Banjir yang menggenang beberapa titik di Kalimantan timur khususnya di kota samarinda dan sekitarnya ini membuat beberapa ormas serta kumpulan gabungan masyarakat untuk membuka posko penanggulangan korban banjir, dan tidak hanya itu tenaga kesehatan dari berbagai profesi juga ikut serta dalam membuka posko penanggulangan korban banjir di kota samarinda.

Beriku Video Komitmen NCI Centre dalam melakukan perawatan stoma sumber video NCI Centre Kalimantan

Tentungan mendengar bencana banjir yang menerjang kota samarinda dan sekitarnya ini menggerakkan teman-teman perawatb luka InWCCA yaitu suatu ikatan perawat luka indinesia yang berada di kota samarinda membuka posko penanggulangan korban banjir di beberapa titik yang terkena banjir. Relawan perawata luka itu sendiri terdiri dari beberapa teman-teman perawat luka dari klinik kota samarinda yang tergabung dalam satu ikatan InWCCA.

 

Gerakan ini di pimpin oleh Ns Hamka, M.Kep., RN., WOC(ET)N selaku COE NCI Centre Kalimantan serta di ikuti oleh COE dari Diamond Care samarinda sebrang Ns Fenny Tianda, S.Kep., WOC(ET)N dan rekan perawat luka dari rumah sakit di kota samarinda yang terdiri dari 17 orang relawan perawat luka di kota samarinda.

 

Dengan membuka posko penanggulangan korban banjir tim relawan perawat luka InWCCA membuka layanan perawatan luka gratis bagi korban banjir. Dari pembukaan posko penanggulangan korban banjir ini di dapat :

 

Karakteristik Korban : Jumlah : 32 Pasien Jenis Luka : Luka Akut (70%), Luka Kronis (30%)

 

Etiologi/Penyebab : Luka Tusukan Paku, Luka goresan Beling, Luka Goresan Seng, Abses/Bisul, Luka Kecelakaan, Luka Bakar, Luka Kusta, Luka Kaki Diabetes

 

Jenis Kelamin : Pria (80%), Wanita (20%)

 

Usia : Dewasa (65%), Anak (35%)

 

Status Kesembuhan :

  1. Pasien Sembuh (70%)
  2. Referal Ke Pelayanan Kesehatan Primer Puskesmas dan Lanjutan RS (25%)
  3. Belum sembuh dan dalam control rawatan lanjutan di Posko Perawatan luka InWCCA (5%)

 

Sebab Referal : 25% (5 Pasien) diperlukan perbaikan kondisi seperti perlu jahitan, perlu suntikan Tetanus Toxoid

 

Wilayah Korban :

  1. Pemukiman Griya Mukti
  2. Pemukiman Bengkuring
  3. Pemukiman Rui Rahayu
  4. Pemukiman Temindung
  5. Pemukiman Sidodadi

 

Berdasarkan data laporan team relawan penanggulangan korban banjir InWCCA kota samarinda 17 juni 2019

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSUL GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Peduli korban banjir perawat luka InWCCA di kota samarinda

Musim penghujan telah tiba 6 penyakit yang mengintai di balik banjir

 

Peduli korban banjir perawat luka InWCCA di kota samarinda, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre sambutan di 085250575811

Memasuki musim penghujan beberapa titik di Kalimantan Timur tergenang banjir, untuk itu berbagai kalangan dari beberapa masyarakat setempat mengambil moment ini untuk membantu para korban banjir dengan berbagai macam bantuan mulai dari makanan tempat tinggal pakaian hingga pelayanan kesehatan gratis. Berikut di rangkum dalam Peduli korban banjir perawat luka InWCCA di kota samarinda, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre sambutan di 085250575811

 

Musim penghujan tiba, daerah-daerah langganan banjir seperti Samarinda harus bersiap.

Bajir merupakan permasalahan yang harus di selesaikan  bagi pemerintah di berbagai kota besar dalam mengatasinya. Khususnya di kalimantan timur, banjir kembali lagi menggenang Kalimantan timur di berbagai titik salah satunya di kota samarinda dan sekitarnya. Akibat banjir yang terjadi banyak korban yang merasakan dampaknya mulai dari tempat tinggal yang tidak bisa di tempati, banyaknya masyarakat yang terkena bebagai macam penyakit yang terbawa banjir, hingga luka di akibatkan oleh benda-benda asing yang terbawa banjir sehingga mengakibatkan luka.

Berikut Video Sejarah Singkat NCI Centre sumber video NCI Centre Kalimantan

Tidak sedikit dari banjir ini mengundang berbagai pihak dalam mengirimkan relawan atau menggerakkan orang yang menyaksikan banjir itu sendiri yang memakan korban untuk mengambil tindakan membuka posko penanggulangan korban banjir mulai dari memberikan sembako, membuka tenda untuk pengungsi serta layanan kesehatan gratis bagi korban banjir.

 

Kali ini para perawat luka yang tergabung dalam InWCCA menanggapi sinyal darurat dalam membantu korban banjir dengan membuka posko Perawatan Luka Korban Bencana Banjir khususnya di kota samarinda yang ber alamatkan Jl Ks Tubun No.21/14 Sidodadi (Kantor NCI Centre Kalimantan), tidak hanya membuka posko perawatan luka para relawan gabungan perawat luka yang ada di samarinda ini juga melakukan Telusur Kepemukiman Warga Perawatan Luka Korban Bencana Banjir.

 

Brikut susnan struktur team relawan gabungan perawat luka InWCCA :

Penanggung Jawab Tim Relawan : Ns Hamka, M.Kep., RN., WOC(ET)N

Kordinator Lapangan : Ns Subhan Ulan, S.Kep., CWCC

 

Tim Relawan :

  1. Ns Fenny Tianda, S.Kep., WOC(ET)N
  2. Fachruddin, Amd.Kep., CWCCA
  3. Ns Muh Ruhman, S.Kep., CWCCA
  4. Ns Miftahul Huda, S.Kep., CWCCA
  5. Rahmad, Amd.Kep., CWCCA
  6. Alamsyah, Amd.Kep., CWCCA
  7. Nuzul, CWCCA
  8. Nurun, CWCCA
  9. Wiby M H, CWCCA
  10. Aditya, Amd.Kep., CWCCA
  11. Winda LT, Amd.Kep., CWCCA
  12. Bayu Helga, CWCCA
  13. Agus Dwi, Amd.Kep., CWCCA
  14. Zaenal, CWCCA
  15. Idham, CWCCA
  16. Ns Adolfina, S.Kep., CWCCA
  17. Ns Victoria, S.Kep., CWCCA

 

Berdasarkan data laporan team relawan penanggulangan korban banjir InWCCA kota samarinda 17 juni 2019

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Musim penghujan telah tiba 6 penyakit yang mengintai di balik banjir

Pengkajian kaki diabetik mencegah luka dan mendeteksi lebih dini risiko luka di NCI Centre Kalimantan

 

Musim penghujan telah tiba 6 penyakit yang mengintai di balik banjir, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre samarinda kota di 085250575811

Banjir merupakan masalah yang sangat sulit di atasi di kota-kota besar, bahkan pemerintah setempat menjadikannya sebagai PR yang tak kunjung selesai di kerjakan penanggulangan banjir itu sendiri karenanya di butuhkan juga kesadaran masyarakat di kota-kota besar untuk bersama mencegah terjadinya banjir minimal hal kecil yang dapat kita lakukan sebagai masyarakat yang baik yaitu membuang sampah pada tempatnya. berikut penjelasan seputar Musim penghujan telah tiba 6 penyakit yang mengintai di balik banjir, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre samarinda kota di 085250575811

 

Selama musim hujan, bukan barang baru lagi kalau beberapa daerah di Indonesia langganan banjir. Sejumlah penyakit pun rawan berjangkitan.

Tak peduli seberapa tinggi genangannya, luapan air banjir bisa tercemar oleh berbagai organisme penjangkit penyakit, termasuk bakteri usus seperti E. coli, Salmonella, dan Shigella; Hepatitis A Virus; dan agen pembawa tifus, paratifoid dan tetanus.

Virus, kuman, dan bakteri ini merupakan hasil dari polutan rumah tangga dan pertanian atau limbah industri berbahaya, seperti air selokan, sampah makanan, kotoran manusia dan hewan, bangkai, pestisida dan insektisida, pupuk, minyak, asbes, bahan bangunan berkarat, dan sebagainya.

Brikut Video Sejarah Singkat NCI Centre Kalimantan sumber video NCI Centre Kalimantan

Berikut adalah daftar penyakit yang harus Anda waspadai selama musim banjir:

  1. Diare

Diare karena infeksi tersebar luas di seluruh negara berkembang. Diare berat berpotensi fatal dan memerlukan bantuan medis sesegera mungkin akibat miskinnya cairan dan nutrisi tubuh yang terbuang dalam jumlah besar bersama cairan diare — terutama pada bayi dan anak-anak, orang-orang yang kekurangan gizi, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahunnya ada hampir 2 juta anak di seluruh dunia, kebanyakan di bawah usia 5 tahun, meninggal akibat diare. Negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bertanggung jawab untuk 8,5% dari angka kematian ini.

Gejala diare bervariasi, mulai dari sakit perut singkat dengan kotoran BAB yang tidak terlalu encer hingga kram perut yang disertai konsistensi feses yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya dapat mengalami demam dan kram perut hebat. Cairan diare dapat bercampur dengan lendir dan darah.

 

  1. Demam berdarah

Demam berdarah (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Bayi dan anak-anak yang terjangkit DB mungkin mengalami demam dengan ruam. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin mengalami demam demam ringan, atau penyakit demam tinggi melumpuhkan yang timbul mendadak, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta ruam.

Dilansir dari Kemenkes RI, dalam beberapa tahun terakhir, kasus demam berdarah lebih sering ditemukan di musim pancaroba, khususnya di awal tahun bulan Januari. Selama kurun waktu 2013-2014, ada 184.179 kasus DB di Indonesia dan 1.500 di antaranya meninggal dunia. Terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi se-Asia Tenggara.

 

  1. Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan oleh hewan. Sumber utama penularan leptospirosis di Indonesia adalah tikus. Penyakit ini adalah satu-satunya infeksi rawan epidemi wabah yang dapat ditularkan secara langsung melalui air yang tercemar. Bakteri memasuki tubuh lewat kulit, melalui luka memar dan terbuka atau melalui mata yang bersentuhan dengan air kotor genangan banjir.

Gejala leptospirosis dapat berkisar dari sakit kepala ringan, nyeri otot, dan demam hingga pendarahan hebat di paru-paru. Dalam beberapa kasus, bisa tidak muncul gejala sama sekali. Jika tidak segera diobati, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis (radang selaput otak dan sumsum tulang belakang), penyakit pernapasan, gagal hati, dan bahkan kematian. Data terakhir dari Kemenkes, hingga November 2014, ada 435 kasus dengan 62 kematian akibat leptospirosis.

 

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan seperti hidung, tenggorokan, atau paru-paru. Gejala utama dapat berupa gejala flu umum, batuk dan demam yang dapat disertai sesak napas atau nyeri dada.

Biasanya infeksi ini disebabkan oleh virus, bakteri atau organisme lain yang datang dari lingkungan tak sehat. ISPA bisa dengan mudah ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara, dan lainnya.

 

  1. Malaria

Genangan air disebabkan oleh hujan deras atau luapan sungai dapat bertindak sebagai tempat berkembang biak nyamuk, dan karena itu meningkatkan potensi paparan dari populasi korban bencana dan tenaga sukarelawan terhadap infeksi seperti demam berdarah, Japanese encephalitis, dan malaria. Penyakit yang ditularkan nyamuk sulit untuk dicegah, terutama selama bencana.

Gejala malaria termasuk demam, menggigil dan kelelahan. Jika tidak diobati, malaria dapat berakibat fatal karena mengganggu pasokan darah ke organ vital. Kabar baiknya, permasalahan malaria di Indonesia saat ini cenderung menurun lumayan drastis. Pada tahun 2010, di Indonesia terdapat 465.764 kasus positif malaria dan angka ini dilaporkan menurun pada tahun 2015 menjadi 209.413 kasus. Selain itu, sekitar 74% penduduk Indonesia kini hidup di daerah bebas penularan malaria.

 

  1. Demam tifoid (tipes)

Sekadar mengingatkan, demam tifoid (tipes) tidaklah sama dengan tifus yang selama ini kita pahami. Demam typhoid (tipes) adalah infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella dalam feses atau kotoran binatang, yang menginfeksi manusia melalui air dan makanan yang tercemar. Tifus adalah penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia, tidak ada di Indonesia.

Demam tifoid biasanya ditandai dengan sakit kepala, mual, demam berkepanjangan, kehilangan nafsu makan, bahkan diare. Berdasarkan data Kemenkes, angka penderita demam tifoid di Indonesia mencapai 81% per seratus ribu jiwa.

Selain enam penyakit di atas, penyakit lain yang harus Anda waspadai termasuk hipotermia, tetanus, Hepatitis A, penyakit kulit, alergi, penyakit yang dibawa oleh kutu dan tungau, hingga perburukan penyakit kronis yang mungkin sudah diderita. Selain itu, daerah banjir mungkin berisiko bahaya kesetrum atau kebakaran akibat aliran listrik korslet.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Ternyata Berenang Bisa Menjaga Kesehatan Otak dan Menjaga Anda 

Menikmati berlayar di sungai mahakam sekaligus mengikuti pelatihan perawatan luka 2019 terkini