Penderita Maag dapatkah menjalankan puasa dan apakah yang harus di perhatikan penderita maag dalam berpuasa di bulan suci ramadhan, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Kunjang di 085250575811

Maag atau dalam medis di sebut gastritis merupakan penyakit yang umum di derita semua orang karena telat makan mengakibatkan cairan asam dalam lambung menjadi sangat asam hingga dapat melukai dinding lambung. Lalu bagaimana Penderita Maag dapatkah menjalankan puasa dan apakah yang harus di perhatikan penderita maag dalam berpuasa di bulan suci ramadhan, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Kunjang di 085250575811

 

Telat makan dan perut kosong adalah pantangan besar bagi penderita maag. Namun di saat bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk tidak makan selama kurang lebih 14 jam. Untuk itu, penderita maag wajib memperhatikan berbagai hal seperti kondisi kesehatan dan asupan makanan serta minuman.

“Tentu saja segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik supaya puasa kali ini semakin baik dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya adalah mempersiapkan kesehatan, terutama penyakit kronis. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai pelaksanaan puasa sesuai dengan kondisi tubuh atau penyakit yang diderita,” ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth, Sabtu (27/4/2019).

Sementara bagi penderita maag, lanjut dr. Helmin, puasa bisa membuat waktu makan lebih teratur dan pengeluaran asam lambung pun lebih teratur. Sehingga keluhan sakit maag akan berkurang walaupun pada awal puasa banyak yang mengeluh sakit maag kambuh.

Berikut Video Penjelasan Ostomy Bag Colostomy sumber video NCI Centre Kalimantan

“Hal ini disebabkan penyesuaian lambung terhadap perubahan pola makan. Biasanya dengan melakukan puasa dengan baik dan niat yang kuat, sakit maagnya juga bisa dicegah dan bisa sembuh,” sambung dr. Helmin.

Selain itu, dr. Helmin juga menyarankan untuk memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur maupun berbuka. Ia menyarankan saat sahur harus makan sebanyak 30% dari kebutuhan makan sehari yang terdiri dari sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang dengan kulitnya, dan roti gandum.

Ini penting karena sumber karbohidrat kompleks dengan tinggi serat bisa membuat penyerapan karbohidrat berlangsung bertahap sehingga akan menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa. Alhasil, sumber energi akan tetap tersedia di siang hari.

“Konsumsi juga sumber protein dan lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu dan tempe, serta sayur-mayur. Lalu 10-15 menit sebelum imsak, makan lebih kurang 10% dari kebutuhan kalori yang terdiri dari buah-buahan 3-5 porsi buah dimakan dengan kulitnya atau diblender. Jangan lupa minum air 4 gelas selama sahur sampai menjelang imsak,” kata dr. Helmin.

Lalu saat berbuka puasa, makan sebanyak 50% dari kebutuhan makan sehari, dimulai berbuka dengan minuman yang manis tetapi menyehatkan seperti jus atau sari buah dari 2-3 macam buah dengan kandungan air yang tinggi seperti jeruk, melon, dan semangka.

“Setelah sholat magrib makan besar yang lengkap mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang dengan kulitnya, roti gandum. Lalu protein dan lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, putih telur, tahu dan tempe, lengkapi dengan sayur dan buah. Tetapi harus diingat makanlah secara bertahap, jangan langsung melahap makanan berat tapi mulai dulu dari yang ringan,” jelas dr. Helmin.

Setelah sholat tarawih atau sebelum tidur, ujar dr. Helmin, makan makanan ringan sebanyak 10% kebutuhan makan sehari atau makanlah buah-buahan. Pastikan juga untuk minum minimal 4 gelas air sejak berbuka sampai saat menjelang tidur.

“Hindari makanan yang berlemak, goreng-gorengan, santan, mie, sayuran yang membentuk banyak gas seperti kol, sawi, lobak, serta hindari makanan terlalu pedas, kopi, minuman bersoda, dan minuman mengandung alkohol,” lanjutnya.

Selain itu, agar kesehatan lambung tetap terjaga dan terhindar dari sakit maag, konsumsi nutrisi tambahan yang mengandung ekstrak kunyit, temulawak, dan jinten hitam. Kandungan kunyit dan temulawak berfungsi sebagai anti tukak lambung, meningkatkan sekresi musin, menurunkan sekresi asam lambung, dan mengurangi peradangan. Fungsi lainnya adalah antispasme dan anti flatulent, meningkatkan enzim lipase, sukrase dan maltase, melindungi dan memperbaiki sel hati, serta sebagai antioksidan.

“Sedangkan jintan hitam bisa mencegah terjadinya dyspepsia dan tukak, mencegah terjadinya kerusakan sel hati atau hepatoprotektif, serta sebagai antioksidan,” sambung dr. Helmin.

Untuk mendapatkan manfaat dari kunyit, temulawak, dan jintan hitam, konsumsi H2 Zativa. Kandungannya mampu membantu memelihara kesehatan fungsi pencernaan dan membentuk lapisan mukosa dinding lambung sehingga mengurangi frekuensi bahkan menghilangkan kemungkinan maag kambuh.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
085250575811

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Tidak Sahur di Bulan Suci Ramadhan anda berisiko tinggi Diabetes Militus
  2. Hindari 5 makanan ini Jika perut anda kosong

 

Berapa Lama Reaksi Secangkir Kopi Menahan Anda Agar Tetap Terjaga di Malam Bergadang Anda, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sambutan di 085250575811

Bergadang karena pekerjaan atau karnah deadline tugas sekolah atau kampus sering kita lakukan dan terkadang kita butuh sesuatu yang dapat membuat mata kita terjaga samalaman hingga pekerjaan kita selesai, kopi merupakan pilihan utama masyarakat secara umun sebagai teman bergandang. namun taukah anda Berapa Lama Reaksi Secangkir Kopi Menahan Anda Agar Tetap Terjaga di Malam Bergadang Anda, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sambutan di 085250575811

 

Kopi mengandung kafein yang dikenal dapat merangsang sistem saraf. Ketika memasuki tubuh, kafein meningkatkan detak jantung dan tekanan darah serta energi juga suasana hati. Kafein bertindak cepat dan beberapa orang mengalami efeknya dalam hitungan beberapa menit.

Setiap orang akan merasakan efek yang berbeda-beda. Beberapa mungkin bertahan lebih lama dibandingkan yang lain. Orang yang sedang hamil atau sulit tidur disarankan menghindari kopi sama sekali.

Jadi, berapa lama reaksi kafein di dalam tubuh?

Berikut Video Reaksi tubuh anda setelah mengonsumsi kopi sumber video SEHAT TUBE

Seseorang yang mengonsumsi sekitar 40 miligram (mg) kafein akan memiliki sisa 20 mg setelah 5 jam. Kadar kafein memuncak dalam darah dalam waktu sekitar 15-45 menit setelah dikonsumsi.

Kemudian kafein akan dengan cepat dimetabolisme oleh hati. Kebanyakan orang mengalami efek terkuat pada saat ini dan banyak yang mengatakan merasa gelisah, ingin buang air kecil dan mengatakan makin bersemangat yang membuatnya tetap terjaga.

Efeknya bisa bertahan berjam-jam bahkan lebih lama pada mereka yang sensitif pada kafein meski durasinya tergantung pada dosis dan faktor pribadi termasuk usia dan berat badan.

Secara keseluruhan, efek kafein dapat bertahan sepanjang hari. Sebab itu, kafein dapat menyebabkan kualitas tidur yang rendah dan bahkan mengganggu pola tidur, tergantung pada sensitivitas seseorang dan berapa banyak yang telah mereka konsumsi.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
085250575811

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Berapakah Jumlah Batas Aman Konsumsi Kopi Agar Jantung Aman?
  2. Hindari 5 makanan ini Jika perut anda kosong

Bahaya diare di bulan suci ramadhan yang menyerang anda selepas makan sahur dan apa penyebabnya, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre Samarinda Seberang di 085250575811

Diare merupakan maalah kesehatan yang serius bagi siapa saja yang mengalaminya. tidak lepas diare menyerang anda di bulan suci ramadha ini setelah anda melaksanakan makan sahur terkadang beberapa orang terserang diare. Berikut Bahaya diare di bulan suci ramadhan yang menyerang anda selepas makan sahur dan apa penyebabnya, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre Samarinda Seberang di 085250575811

 

Bulan suci Ramadhan telah memasuki minggu kedua, namun masih ada beberapa penyakit yang mengintai akibat berubahnya pola tidur dan pola makan. Diare menjadi salah satu penyakit yang rawan terjadi. Umumnya diare muncul di pagi hari akibat konsumsi makanan yang tidak tepat, misal asupan yang terlalu asam dan pedas.

Ahli pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengingatkan masyarakat memperhatikan kebersihan dan kesehatan makanan yang akan dikonsumsi.

“Setiap orang tentu ingin menyelesaikan puasa dengan baik dan tetap sehat. Tapi secara umum sebagian dari masyarakat muslim sudah ada yang batal puasa. Pengamatan saya sebagai dokter, sebagian besar pasien yang datang ke saya karena masalah pencernaan,” katanya dalam pesan pendek yang diterima detikcom.

Berikut ini video Profil CEO NCI Centre Kalimantan sumber video NCI Centre Kalimantan

Sayangi pencernaanmu, yuk! Kenali beberapa penyebab diare, seperti dikutip dari WebMD berikut ini:

  1. Virus

Virus yang menyebabkan diare adalah virus Norwalk, cytomegalovirus dan virus hepatitis. Rotavirus merupakan penyebab umum dari terjadinya diare pada anak-anak. Virus bisa tertular dari orang yang terinfeksi, baik melalui kontak darah atau cairan tubuh.

 

  1. Bakteri dan parasit

Pentingnya menjaga kebersihan makanan dan minuman saat berbuka dan juga sahur agar tidak terkontaminasi oleh bakteri dan parasit yang membahayakan tubuh. Bakteri yang bisa menyebabkan diare seperti campylobacter, salmonella, shigella dan E.coli, sedangkan parasit jenis Giardia lamblia dan cryptosporidium.

 

  1. Obat-obatan

Jika kamu termasuk orang yang masih harus mengonsumsi obat di bulan puasa ini, beberapa obat seperti antibiotik bisa menyebabkan diare. Antibiotik mengganggu keseimbangan bakteri di usus. Selain antibiotik, obat kanker dan antacid dengan magnesium juga bisa menyebabkan diare.

 

  1. Intoleransi laktosa

Laktosa merupakan gula yang ada dalam susu dan produk susu lainnya. Orang yang memiliki kondisi sulit mencerna laktosa atau disebut intoleransi laktosa akan mengalami diare setelah mengonsumsi produk susu.

 

  1. Pemanis buatan dan tambahan

Fruktosa, gula alami dalam buah dan madu yang dijadikan pemanis tambahan dalam beberapa minuman bisa menyebabkan diare pada orang-orang yang sulit mencernanya. Pemanis buatan seperti sorbitol dan mannitol yang ada di dalam permen karet dan produk bebas gula lainnya juga bisa memicu diare.

 

  1. Operasi dan penyakit

Beberapa orang bisa mengalami diare setelah menjalani operasi perut atau pengangkatan kantung empedu. Kemudian diare kronis juga bisa disebabkan oleh penyakit pencernaan seperti penyakit Crohn’s, ulcerative colitis, penyakit celiac, microscopic colitis dan sindrom iritasi usus.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
085250575811

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Cara mencegah tubuh anda tidak mudah dehidrasi di bulan suci ramadhan
  2. Tidak Sahur di Bulan Suci Ramadhan anda berisiko tinggi Diabetes Militus