makanan kaya akan anti oksidan yang belum kita ketahui manfaatnya dan cenderung di sepelekan oleh masyarakan di seluruh indonesia,untuk konsultasi masalah luka anda di nci centre samarinda ulu di 085250575811

makanan kaya akan anti oksidan yang belum kita ketahui manfaatnya dan cenderung di sepelekan oleh masyarakan di seluruh indonesia, kenapa seperti itu?buah yang memiliki antioksidan tinggi menurut nci center, untuk konsultasi masalah luka anda di nci centre samarinda ulu di 085250575811

Masalahnya, masyarakat Indonesia cenderung malas makan sayur dan buah. Padahal, ada beberapa makanan yang menunjukkan sifat bisa mencegah kanker. Sebuah penelitian menemukan diet seat yang dipenuhi dengan buah dan sayur adalah kunci untuk menghindari penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker.

Beberapa asupan di bawah ini cocok jadi pilihan buah yang terbukti rendah kalori dan penuh dengan phytochemical serta antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko kanker, Berikut adalah makanan yang kaya antioksidan :

mari simak video virgin coconut oil :

  1. Stroberi: Kaya akan antioksidan

Stroberi kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan asam ellagic. Dalam tes laboratorium, asam ellagic tampaknya memiliki sifat antikanker yang meningkatkan enzim, yang menghancurkan zat penyebab kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor.

Selain itu, konsumsi stroberi tampaknya bisa mencegah kanker kulit, kanker kandung kemih, kanker paru-paru, kanker kerongkongan dan kanker payudara yang telah ditunjukkan dalam penelitian oleh World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research.

  1. Tomat: Potensi senjata melawan kanker prostat

Warna merah pada tomat membuatnya menjadi senjata potensial dalam melawan kanker prostat dan penyakit jantung. Warna merah pada tomat berasal dari fitokimia yang disebut likopen yakni sebuah antioksidan yang paling banyak terdapat pada tomat.

Dalam sebuah tes yang dilakukan oleh American Institute for Cancer Research, likopen dapat menghentikan jenis sel kanker lain untuk tumbuh termasuk kanker payidara dan kanker lapisan rahim. Peneliti juga berpendapat bahwa likopen melindungi sel dari kerusakan yang dapat menyebabkan kanker dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Wortel: terbaik dikonsumsi ketika matang

Wortel mengandung beta-karoten yang dapat melindungi selaput sel dari kerusakan oleh toksin dan memperlambat pertumbuhan sel kanker. Beberapa penelitian menunjukkan wortel melindungi terhadap kanker serviks, mungkin karena mereka memasok antioksidan yang dapat memerangi HPV (human papilloma virus).

Sebuah penelitian oleh Journal of Agriculture and Food Chemistry menyatakan wortel yang dimasak memiliki lebih banyak antioksidan daripada yang mentah.

  1. Bayam: Sumber karoteniod super

Bayam kaya akan lutein dan zeaxanthin, karotenoid yang menghilangkan molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas dari tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bayam bisa melindungi terhadap kanker mulut, kerongkongan, dan perut.

Penelitian lain juga mengemukakan bahwa karotenoid dalam bayam dan makanan lain mengurangi risiko kanker ovarium, endometrium, paru-paru, dan kanker kolorektal.

  1. Biji-bijian: Baik untuk seluruh tubuh

Biji-bijian utuh menghasilkan banyak serat yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Biji-bijian utuh mengandung zat lain yang mungkin memerangi kanker, termasuk lignan, yang bertindak sebagai antioksidan, dan saponin, yang dapat mencegah sel kanker berkembang biak.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Peningkatan luka kanker Pada Kaum Milenial yang harus anda ketahui
  2. Dampak Menghirup Asap Las Tingkatkan Risiko Penyakit Kanker Paru

deskripsi luka,pencegahan,dan perawatanuntuk konsultasi masalah luka anda di nci centre paser di 085250575811

Pernah luka tapi lama sebuh,luka yang tak kunjung sembuh dapat menyebabkan infeksi loh,deskripsi luka,pencegahan,perawatan, untuk konsultasi masalah luka anda di nci centre paser di 085250575811

Luka merupakan cedera yang melibatkan rusaknya jaringan tubuh dan umumnya terjadi di kulit. Kulit adalah organ tubuh terbesar pada manusia dan berperan dalam melindungi tubuh dari mikroba (virus, jamur, bakteri). Apabila kulit mengalami luka, kuman dapat dengan mudah masuk ke dalam kulit dan menimbulkan infeksi.

Baret, tusukan, sayatan, dan terbakar merupakan bentuk-bentuk luka. Selain itu, bekas jahitan operasi juga tergolong ke dalam luka. Penyebab luka yang paling umum adalah terkena benda tajam, jatuh, tersiram air panas, dan kecelakaan.

Bagaimana Proses Penyembuhan Luka?

Luka dapat sembuh dengan sendirinya melalui perawatan secara mandiri di rumah. Perawatan luka secara mandiri bisa dilakukan jika luka tidak terlalu dalam, tidak berada di bagian tubuh berbahaya, misalnya di wajah, dan pendarahan berhenti dalam waktu singkat atau sekitar 10 menit saja.

Proses penyembuhan luka membutuhkan beberapa tahap, yaitu:

  • Tahap inflamasi atau peradangan
    Pada tahap awal proses penyembuhan luka, pembuluh darah akan menyempit untuk menghentikan pendarahan. Trombosit (sel yang berperan dalam pembekuan darah) menggumpal di area luka. Setelah pembekuan selesai, pembuluh darah akan melebar untuk mengalirkan darah ke area luka. Inilah alasan mengapa luka terasa hangat, membengkak, dan kemerahan.
    Kemudian, sel darah putih membanjiri daerah tersebut untuk mencegah infeksi, dengan cara menghancurkan bakteri dan mikroba lainnya. Sel darah putih juga memproduksi senyawa kimia yang membantu memperbaiki jaringan yang rusak. Selanjutnya sel-sel kulit yang baru tumbuh sehingga menutup area luka.
  • Tahap fibroblastik
    Tahap ini merupakan tahap pembentukan jaringan parut setelah luka. Pada tahap penyembuhan luka ini, kolagen mulai tumbuh di dalam luka. Kolagen merupakan serat protein yang memberi kulit kekuatan. Keberadaan kolagen mendorong tepi luka untuk menyusut dan menutup. Selanjutnya, pembuluh darah kecil (kapiler) terbentuk di luka untuk memberi asupan darah pada kulit yang baru terbentuk.
  • Tahap pematangan
    Produksi kolagen terus bertambah sehingga jaringan yang rusak pulih perlahan-lahan. Proses pematangan bisa mktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Inilah mengapa semakin lama bekas luka semakin memudar.

sebelum lanjut pembahasannya kita tonton video dulu

Agar luka dapat sembuh dengan baik, dibutuhkan perawatan luka yang memadai. Bila perlu, beberapa jenis luka mungkin membutuhkan perban. Setelah jaringan yang rusak benar-benar pulih, kulit akan menjadi sama kuatnya seperti sebelum mengalami luka. Meski demikian, penampilan kulit bekas luka mungkin berbeda dengan kulit normal. Hal ini karena kulit tersusun atas dua protein, yakni kolagen yang memberi kekuatan kulit, dan elastin yang memberi kelenturan kulit. Pada bekas luka, kulit tidak dapat memproduksi elastin baru, sehingga bekas luka seluruhnya terbuat dari kolagen. Kulit pada bekas luka ini kuat, namun kurang lentur daripada kulit di sekitarnya.

Kondisi-kondisi Tertentu yang Menyebabkan Luka Sulit Sembuh

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan luka sulit sembuh yaitu:

  • Pendarahan
    Pendarahan membuat luka sulit menutup, sehingga sulit sembuh.
  • Benda asing
    Benda asing, termasuk jaringan kulit mati, menghambat proses penyembuhan luka. Luka yang kotor juga rentan terserang infeksi kuman sehingga proses penyembuhan luka bisa terganggu. Oleh karenanya, sangat penting untuk membersihkan luka dan merawat luka dengan benar.
  • Gesekan
    Gesekan luka dengan baju bisa memperparah kondisinya. Disarankan untuk mengenakan pakaian berbahan lembut dan menutup luka untuk menghindari gesekan.
  • Usia
    Luka cenderung lebih lama sembuh pada orang lanjut usia.
  • Kekurangan nutrisi
    Kekurangan nutrisi seperti vitamin C, protein, dan zat besi, dapat menghambat proses penyembuhan luka.
  • Merokok
    Penelitian menunjukkan bahwa proses penyembuhan luka pada perokok jauh lebih lama dan tidak sempurna dibandingkan orang yang tidak merokok. Hal ini diduga berkaitan dengan efek merokok yang dapat mengganggu kinerja sel darah putih dan mengganggu aliran darah, serta tingginya kadar racun dalam darah.
  • Stres
    Stres fisik maupun psikologis terbukti dapat berpengaruh pada terhambatnya proses penyembuhan luka. Hal ini diduga berkaitan dengan efek stres terhadap rendahnya jumlah oksigen dalam darah sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih lama. Saat mengalami stres, seseorang juga lebih mungkin untuk menjalani perilaku tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol berlebih, sehingga turut berdampak pada penyembuhan luka.
  • Pengobatan
    Luka pada pasien yang menjalani prosedur cuci darah, kemoterapi, pengobatan dengan kortikosteroid atau obat pengencer darah, cenderung lebih sulit sembuh.
  • Penyakit
    Proses penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh aliran darah dan peran sel darah putih sebagai bagian dari sistem daya tahan tubuh. Penyakit yang berkaitan dengan darah, seperti anemia dan penyakit pembuluh darah, dapat menurunkan suplai darah ke jaringan luka sehingga memperlambat proses pemulihan.

Diabetes juga merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan luka sulit sembuh. Luka pada penderita diabetes cenderung lebih sulit sembuh. Bahkan luka kecil pun dapat memburuk dengan cepat dan menjadi infeksi berbahaya jika tidak segera diobati. Luka di kaki adalah luka yang paling umum terjadi pada penderita diabetes. Pada kasus yang sudah parah, tindakan amputasi kaki harus dilakukan agar infeksi tidak menyebar.

Proses penyembuhan luka yang lambat disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi. Gula darah yang terlalu tinggi akan menurunkan aliran darah, menghambat sel mendapatkan nutrisi dan oksigen, mengganggu sistem imun, serta meningkatkan risiko peradangan. Kondisi ini tentunya akan menghambat proses pemulihan luka.

Waktu yang dibutuhkan luka untuk benar-benar pulih tergantung pada kondisi luka. Semakin besar, dalam, dan kotor kondisi luka, semakin lama pula proses penyembuhannya. Jika mengalami luka yang serius atau pendarahan pada luka yang tidak kunjung berhenti, Anda harus meminta bantuan dari dokter atau tenaga kesehatan dan menjalani perawatan luka di rumah sakit.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca artikel terkait :

Putih telur luar biasa dahsyat bagi luka bakar

Manfaat dahsyat dari tepung terigu untuk luka bakar

 

 

tips menjaga jantung dengan mengkonsumsi makanan sehatuntuk konsultasi masalah luka anda di nci centre paser di 085250575811

 

Anda Pernah Merasakan Nyeri Di  Sekitar dada? waspada makanan tinggi garam dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada jantung!! berikut adalah tips menjaga jantung dengan mengkonsumsi makanan sehat.untuk konsultasi masalah luka anda di nci centre bontang utara di 085250575811

Makanan Untuk Menjaga Agar Jantung Tidak Bengkak

Umumnya, jantung bengkak disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau penyakit jantung koroner. Namun selain itu, Anda juga berisiko mengalami jantung bengkak jika Anda memiliki penyakit jantung kongenital atau bawaan di mana kondisi kelainan jantung sudah terjadi sejak lahir, penyakit katup jantung, serta mengalami detak jantung yang tidak normal.

Meski dapat membaik seiring berjalannya waktu, kebanyakan orang yang menderita jantung bengkak membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menyembuhkannya.

Jika Anda mengalami kondisi ini, Anda disarankan untuk menjalani diet rendah garam. Garam atau natrium (sodium) adalah mineral dan ditemukan secara alami dalam makanan. Garam memiliki fungsi untuk membantu menjaga keseimbangan cairan yang normal di dalam tubuh Anda. Namun jika berlebihan, maka garam tersebut akan meningkatkan risiko gagal jantung.

Sebelum lanjut lihat dulu video vitsoap

https://youtu.be/FG_1miOH2Ds

Makanan untuk penderita jantung bengkak disarankan mengandung garam tidak lebih dari 1500 mg per hari. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan gejala penyakit yang Anda alami dan mencegah timbulnya masalah lebih lanjut pada jantung Anda.

Berikut adalah 7 macam  makanan untuk penderita jantung bengkak yang baik untuk dikonsumsi karena mengandung sedikit garam, meliputi:

  1. Mentimun

1 potong mentimun (60 gram) mengandung sekitar 1 mg garam.

  1. Terong mentah

1 buah terung (125 gram) mengandung sekitar 2 mg garam.

  1. Buah alvokad

Setengah buah avokad mengandung sekitar 10 mg garam.

  1. Daun selada

1 lembar daun selada mengandung sekitar 2 mg garam.

  1. Apel, jeruk, dan pisang

Masing-masing buah apel, jeruk dan pisang berukuran sedang mengandung sekitar 1 mg garam.

  1. Anggur

125 gram anggur mengandung sekitar 2 mg garam

  1. Nasi

Satu porsi nasi mengandung sekitar 4 mg garam.

Beberapa makanan lain dengan kandungan garam yang rendah yaitu kacang-kacangan, jamur, bawang bombay, kentang, lobak, bayam, ubi, tomat mentah, aprikot, kurma, kismis, stroberi, semangka, dan buah persik.

Usahakan pilih bahan makanan yang segar. Ketika mengolah makanan untuk penderita jantung bengkak, kurangi tambahan garam dan penyedap rasa. Jauhi pula makanan kaleng atau makanan olahan karena makanan jenis tersebut memiliki kadar garam yang tinggi.

Selain itu, membatasi asupan garam atau natrium (sodium) dapat mengurangi jumlah cairan di sekitar jantung, paru-paru, dan kaki. Berlebihnya cairan di ketiga organ tersebut bisa membuat jantung bekerja lebih keras, serta dapat meningkatkan tekanan darah Anda.

Cara Mencegah Jantung Bengkak

Agar tidak mengalami kondisi ini, Anda disarankan untuk mengurangi faktor risikonya. Beberapa cara untuk menurunkan risiko terjadinya jantung bengkak, meliputi:

  • Batasi asupan cairan Anda

Penderita jantung bengkak disarankan untuk membatasi asupan cairan hingga maksimal 1,5 liter per hari, namun Anda sebaiknya berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui berapa jumlah cairan yang harus Anda cukupi setiap harinya. Jika terlalu banyak mengonsumsi cairan, maka Anda bisa saja mengalami sesak napas.

  • Sertakan makanan kaya serat

Serat dapat membantu proses pencernaan makanan di sepanjang saluran pencernaan Anda, mengendalikan kadar gula darah, serta mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Sayuran, kacang-kacangan, serta buah segar mengandung serat tinggi. Setidaknya, Anda harus mengonsumsi 25-35 gram serat setiap hari.

  • Kurangi atau jauhi minuman beralkohol

Minuman yang mengandung alkohol dapat memengaruhi detak jantung Anda dan memperparah jantung bengkak. Konsumsi alkohol juga dapat memengaruhi obat-obatan untuk mengobati jantung bengkak.

  • Jaga berat badan Anda

Jika memiliki berat badan berlebih, Anda disarankan untuk menurunkannya. Menjaga berat badan ideal dapat mencegah perburukan kondisi jantung. Batasi jumlah kalori yang Anda konsumsi dan rutinlah berolahraga. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan diet dan olahraga yang baik untuk kondisi jantung bengkak.

Jantung merupakan organ yang sangat penting, karena memiliki peran untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh Anda ribuan kali dalam sehari. Untuk melakukan tugasnya, kesehatan jantung harus dijaga dengan baik.

Oleh karena itu, Anda disarankan agar selalu mengonsumsi makanan untuk penderita jantung bengkak, serta menerapkan pola hidup sehat seperti yang telah dipaparkan di atas. Anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan jantung dan penanganan yang tepat.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca juga artikel lainnya :

Sayangi jantung anda dengan mengurangi mengkonsumsi gorengan

Ketahuilah cara menjaga jantung anda agar tetap sehat

Baikkah Berduka dalam waktu yang lama? berapa lama waktu berduka yang baik?, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre bontang barat di 085250575811

 

Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan dan berduka atas kehilangan sesuatau yang penting dalam hidupnya. Terkadang kita berduka sangat dalam sehingga kita tidak bisa mempercayai apa yang telah terjadi saat itu juga, namun taukah anda berduka dapat menggu kesehatan kita jika terlalu lama?. Berikut rangkuman dalam ulasan Baikkah Berduka dalam waktu yang lama? berapa lama waktu berduka yang baik?, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre bontang barat di 085250575811

Siapa pun pasti akan merasa sangat kehilangan ketika ada kerabat, keluarga, atau teman dekat yang meninggal. Hal tersebut akan menimbulkan perasaan duka yang sangat mendalam. Hanya saja, jangan berduka terlalu lama, karena ternyata bisa membahayakan kesehatan.

Kehilangan seseorang yang Anda cintai dapat mengguncang Anda dengan memengaruhi pikiran dan tubuh. Selama masa berduka, Anda “disibukkan” dengan pikiran, ingatan, dan gambar teman atau orang yang Anda cintai, kesulitan menerima fakta bahwa Anda sudah kehilangan, dan mengalami gelombang kesedihan serta kerinduan.

“Banyak orang tiba-tiba merasa rentan, karena mereka kehilangan teman. Mereka juga mulai melihat lebih dekat pada kematian mereka sendiri, sering kali untuk pertama kalinya,” kata Dr. Eric Bui, peneliti dari Center for Anxiety and Traumatic Stress Disorders and Complicated Grief Program di Harvard-affiliated Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat.

Berikut Video Penjelasan VCO sumber video NCI Centre Kalimantan

Namun, larut dalam duka terlalu lama ternyata bisa membahayakan kesehatan. Biasanya berawal dari stres kronis yang dapat menyebabkan berbagai masalah fisik dan emosional, seperti depresi, sulit tidur, perasaan marah, gelisah, kehilangan nafsu makan, serta sakit dan nyeri pada umumnya.

Selain itu, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong , kesedihan membuat otak mengeluarkan zat kimia seperti interleukin-8 (IL-8) yang dapat memicu respons inflamasi atau radang di seluruh tubuh. Senyawa interleukin tersebut dapat melemahkan sistem daya tahan tubuh dan membuat tubuh mudah terserang penyakit.

“Selain itu, adanya hormon stres, yaitu kortisol, dapat mengganggu kualitas tidur, membuat kadar gula darah tidak stabil, dan menaikkan tekanan darah, sehingga semakin melemahkan kondisi fisik saat berduka,” kata dr. Sepriani.

Tak cuma itu, fakta lainnya adalah berduka terlalu lama juga bisa memengaruhi kesehatan jantung. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Openheart menunjukkan bahwa mereka yang berduka karena kematian pasangan rentan mengalami gangguan irama jantung (atrial fibrilasi).

Hal tersebut terjadi karena adanya senyawa sitokin yang dikeluarkan saat sedang berduka. Senyawa ini bersifat aritmogenik atau dapat membuat irama jantung tidak teratur. Bila dibiarkan, gangguan irama jantung ini dapat berakibat fatal, bahkan bisa menyebabkan serangan jantung.

 

Namun tenang, perasaan berduka ternyata bisa diatasi dengan beberapa cara. Berikut beberapa cara yang disarankan Dr. Bui berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya:

  1. Berlatih yoga dan tai chi

Yoga dan tai chi dapat membantu tubuh Anda membalikkan efek stres dan kecemasan. Pada orang yang secara teratur terlibat dalam jenis latihan tersebut, para peneliti menemukan lebih sedikit aktivitas gen yang membuat peradangan di dalam tubuh. Banyak kelas yoga dan tai chi yang dirancang khusus untuk mengurangi stres.

  1. Pertahankan pola makan sehat

Stres akan memicu keinginan mengonsumsi gula dan lemak, padahal, kebanyakan makanan ini bisa membuat Anda merasa lebih buruk. Sebaliknya, fokuslah untuk tetap menjaga pola makan seimbang. Itu berarti makan banyak sayuran, buah-buahan, dan protein tanpa lemak, serta minum banyak air.

  1. Cukup tidur

Berduka sangat melelahkan secara emosional. Setelah merasa kehilangan, orang sering mengalami susah tidur. Dr. Bui menyarankan agar Anda tetap berusaha tidur tepat waktu dan hindari kafein dan alkohol menjelang tidur. Itu bisa sangat membantu.

  1. Aktif bergerak

Cobalah untuk aktif bergerak. Mulai dengan jalan kaki yang ternyata dapat membantu mengurangi depresi dan kesedihan terkait kehilangan orang yang dicintai. Memang, sulit menemukan energi untuk berolahraga saat berduka. Oleh sebab itu, jika Anda kurang motivasi, mintalah seseorang untuk menemani atau bergabung dengan grup olahraga.

  1. Tetap terhubung dengan orang lain

Penting untuk menjaga koneksi dengan orang lain. “Ini mengingatkan Anda bahwa Anda tidak sendirian, dan bahkan jika Anda merasa terisolasi, mungkin ada anggota keluarga, teman, atau bahkan tetangga yang dapat memberikan dukungan,” kata Dr. Bui.

Merasa berduka setelah kehilangan seseorang yang Anda cintai adalah hal yang sangat wajar. Akan tetapi, jika terlalu lama berkubang dalam perasaan berduka, itu bisa membahayakan kesehatan. Cobalah untuk menghindari rasa sedih dengan cara-cara di atas, sehingga kesehatan Anda juga bisa tetap terjaga.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Anda Butuh waktu untuk sendiri jika Temukan 5 Hal ini

Menunda pekerjaan ternyata dapat mempengaruhi kesehatan anda

6 Hal yang dapat membuat kita mewek selain drakor, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre palaran di 085250575811

Mewek setelah menontok drakor, siapa sih yang tidak mewek menonton drama korea dengan kisah percintaannya yang dapat meluluhkan hati hingga meneteskan airmata saat menontonnya, apa lagi ketika pemeran utama rela melakukan hal apau agar bisa membuat si doi bahagia uuuuu…. namun taukah anda ternya tidak hanya drakor yang dapat kita meneteskan air mata. Berikut rangkumannya dalam ulasan 6 Hal yang dapat membuat kita mewek selain drakor, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre palaran di 085250575811

 

Saat rusuh 22 Mei, polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk menghalau massa aksi. Gas air mata atau agen lachrymatory mengandung berbagai jenis senyawa yang ketika terpapar bisa membuat mata menangis.

Bukan hanya itu, dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia mengatakan gas air mata juga bisa menyebabkan rasa sakit pada mata. Hal ini disebabkan ada saluran yang dari kantong mata ke rongga hidung. Sehingga jika kalau terhirup membuat kelenjar air matanya memproduksi air mata karena iritasi.

Selain gas air mata, kenangan bersama mantan juga bisa membuat kita mewek dan bahkan menangis tersedu-sedu. Duh, jangan diingat-ingat lagi! Lebih baik ingat lima hal lain yang juga bisa bikin kamu mewek, apa saja itu?

Lets to video…

  1. Potong bawang

    Suatu cobaan yang cukup sulit ketika memasak yaitu memotong bawang. Saat memotong bawang, tiba-tiba saja air mata mengalir huhu. Bawang membuat kita berkaca-kaca karena bawang bereaksi melepaskan bahan kimia yang disebut faktor LF atau lachrymatory factor yang mengganggu mata. Satu lapisan membran bawang bisa mengandung enzim sedangkan yang lainnya mengandung senyawa sulfur.

    “Ini berubah menjadi gas. Ini menyentuh mata Anda, dan kemudian menyentuh saraf sensorik di mata Anda dan menyebabkan sobekan. Ini mirip dengan gas air mata,” kata Josie Silvaroli, seorang sarjana di Case Western Reserve University di Ohio, seperti dikutip dari New York Times.

  2. Bulu mata palsu

    Memakai bulu mata memang bisa menunjang penampilan, bulu mata menjadi lebih panjang dan lentik. Tapi memakai bulu mata palsu juga bisa bikin mewek.

    Sebelum dipakai, bulu mata diolesi lem terlebih dahulu. Jika tidak benar dan terlalu banyak, lem akan menumpuk di kelopak mata dan itu membuat terasa perih. Perih ini akan membuat mata iritasi dan bisa menyebabkan menangis.

 

  1. Softlens

    Selain penunjang penampilan, softlens juga digunakan biasanya untuk mengganti fungsi kaca mata. Tapi jika tidak digunakan dengan baik, softlens bisa membuat mata perih, merah, dan tak jarang mengeluarkan air mata.

    Ingat ya, agar tidak terjadi demikian, jangan menggunakan softlens lebih dari delapan jam dan jangan dibawa tidur. Perhatikan kebersihan tangan saat memakai atau melepaskan softlens.

  2. Konjungtivitis

    Konjungtivitis adalah peradangan yang terjadi pada konjungtiva atau selaput bening yang melapisi bagian depan mata. Peradangan yang biasanya disebabkan oleh infeksi baik karena bakteri maupun virus.

    Peradangan ini bisa membuat mata merah dan mengeluarkan air mata. Pada awal hanya menyerang satu mata, namun bisa jadi menjangkiti mata lainnya setelah beberapa waktu.

  3. Ngantuk

    Saat kita merasa ngantuk tubuh meresponnya dengan menguap. Nah, setelah menguap biasanya mata mengeluarkan air mata. Dikutip dari Times of India, ketika menguap otot di sekitar mata akan berkontraksi, lalu membuat kelenjar air mata menjadi terjepit dan menyebabkan produksi air mata menjadi berlebih dari biasanya.

    Kelenjar yang berada tepat di bawah mata tersebut menjadi penyebab air mata keluar ketika kita menguap ataupun menangis. Kelenjar ini juga bertanggung jawab untuk membuat mata tidak kering dan perih.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Baikkah Berduka dalam waktu yang lama? berapa lama waktu berduka yang baik?

Temukan Hal-hal Berikut yang menandakan anda lapar mata atau lapar fisik

Baikkah Berduka dalam waktu yang lama? berapa lama waktu berduka yang baik?, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre palaran di 085250575811

Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan dan berduku atas kehilangan sesuatau yang penting dalam hidupnya. Terkadang kita berduka sangat dalam sehingga kita tidak bisa mempercayai apa yang telah terjadi saat itu juga, namun taukah anda berduka dapat menggu kesehatan kita jika terlalu lama?. Berikut rangkuman dalam ulasan Baikkah Berduka dalam waktu yang lama? berapa lama waktu berduka yang baik?, yuk konsultasi masalah luka anda di nci centre palaran di 085250575811

 

Siapa pun pasti akan merasa sangat kehilangan ketika ada kerabat, keluarga, atau teman dekat yang meninggal. Hal tersebut akan menimbulkan perasaan duka yang sangat mendalam. Hanya saja, jangan berduka terlalu lama, karena ternyata bisa membahayakan kesehatan.

Kehilangan seseorang yang Anda cintai dapat mengguncang Anda dengan memengaruhi pikiran dan tubuh. Selama masa berduka, Anda “disibukkan” dengan pikiran, ingatan, dan gambar teman atau orang yang Anda cintai, kesulitan menerima fakta bahwa Anda sudah kehilangan, dan mengalami gelombang kesedihan serta kerinduan.

“Banyak orang tiba-tiba merasa rentan, karena mereka kehilangan teman. Mereka juga mulai melihat lebih dekat pada kematian mereka sendiri, sering kali untuk pertama kalinya,” kata Dr. Eric Bui, peneliti dari Center for Anxiety and Traumatic Stress Disorders and Complicated Grief Program di Harvard-affiliated Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat.

Berikut Video Penjelasan Silver Dressing Silvolsept sumber video NCI Centre Kalimantan

Namun, larut dalam duka terlalu lama ternyata bisa membahayakan kesehatan. Biasanya berawal dari stres kronis yang dapat menyebabkan berbagai masalah fisik dan emosional, seperti depresi, sulit tidur, perasaan marah, gelisah, kehilangan nafsu makan, serta sakit dan nyeri pada umumnya.

Selain itu, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong , kesedihan membuat otak mengeluarkan zat kimia seperti interleukin-8 (IL-8) yang dapat memicu respons inflamasi atau radang di seluruh tubuh. Senyawa interleukin tersebut dapat melemahkan sistem daya tahan tubuh dan membuat tubuh mudah terserang penyakit.

“Selain itu, adanya hormon stres, yaitu kortisol, dapat mengganggu kualitas tidur, membuat kadar gula darah tidak stabil, dan menaikkan tekanan darah, sehingga semakin melemahkan kondisi fisik saat berduka,” kata dr. Sepriani.

Tak cuma itu, fakta lainnya adalah berduka terlalu lama juga bisa memengaruhi kesehatan jantung. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Openheart menunjukkan bahwa mereka yang berduka karena kematian pasangan rentan mengalami gangguan irama jantung (atrial fibrilasi).

Hal tersebut terjadi karena adanya senyawa sitokin yang dikeluarkan saat sedang berduka. Senyawa ini bersifat aritmogenik atau dapat membuat irama jantung tidak teratur. Bila dibiarkan, gangguan irama jantung ini dapat berakibat fatal, bahkan bisa menyebabkan serangan jantung.

 

Namun tenang, perasaan berduka ternyata bisa diatasi dengan beberapa cara. Berikut beberapa cara yang disarankan Dr. Bui berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya:

  1. Berlatih yoga dan tai chi

Yoga dan tai chi dapat membantu tubuh Anda membalikkan efek stres dan kecemasan. Pada orang yang secara teratur terlibat dalam jenis latihan tersebut, para peneliti menemukan lebih sedikit aktivitas gen yang membuat peradangan di dalam tubuh. Banyak kelas yoga dan tai chi yang dirancang khusus untuk mengurangi stres.

  1. Pertahankan pola makan sehat

Stres akan memicu keinginan mengonsumsi gula dan lemak, padahal, kebanyakan makanan ini bisa membuat Anda merasa lebih buruk. Sebaliknya, fokuslah untuk tetap menjaga pola makan seimbang. Itu berarti makan banyak sayuran, buah-buahan, dan protein tanpa lemak, serta minum banyak air.

  1. Cukup tidur

Berduka sangat melelahkan secara emosional. Setelah merasa kehilangan, orang sering mengalami susah tidur. Dr. Bui menyarankan agar Anda tetap berusaha tidur tepat waktu dan hindari kafein dan alkohol menjelang tidur. Itu bisa sangat membantu.

  1. Aktif bergerak

Cobalah untuk aktif bergerak. Mulai dengan jalan kaki yang ternyata dapat membantu mengurangi depresi dan kesedihan terkait kehilangan orang yang dicintai. Memang, sulit menemukan energi untuk berolahraga saat berduka. Oleh sebab itu, jika Anda kurang motivasi, mintalah seseorang untuk menemani atau bergabung dengan grup olahraga.

  1. Tetap terhubung dengan orang lain

Penting untuk menjaga koneksi dengan orang lain. “Ini mengingatkan Anda bahwa Anda tidak sendirian, dan bahkan jika Anda merasa terisolasi, mungkin ada anggota keluarga, teman, atau bahkan tetangga yang dapat memberikan dukungan,” kata Dr. Bui.

Merasa berduka setelah kehilangan seseorang yang Anda cintai adalah hal yang sangat wajar. Akan tetapi, jika terlalu lama berkubang dalam perasaan berduka, itu bisa membahayakan kesehatan. Cobalah untuk menghindari rasa sedih dengan cara-cara di atas, sehingga kesehatan Anda juga bisa tetap terjaga.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Anda Butuh waktu untuk sendiri jika Temukan 5 Hal ini

Menunda pekerjaan ternyata dapat mempengaruhi kesehatan anda