5 Menu yang sangat recomended saat berbuka dan dapat mencegah kanker, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Pinang di 085250575811

Saat berbuka tentunya kita akan mecari menu yang sehat dan enak, namu bagaimana jika kita dapat menyiapka menu berbuka yang super sehat serta dapat mencegah kanker loh…  Berikut 5 Menu yang sangat recomended saat berbuka dan dapat mencegah kanker, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Pinang di 085250575811

 

Menu berbuka puasa nggak melulu gorengan dong, ada kalanya kamu harus memilih asupan yang bernutrisi agar tubuh tetap sehat dan penuh dengan energi.

Masalahnya, masyarakat Indonesia cenderung malas makan sayur dan buah. Padahal, ada beberapa makanan yang menunjukkan sifat bisa mencegah kanker. Sebuah penelitian menemukan diet seat yang dipenuhi dengan buah dan sayur adalah kunci untuk menghindari penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker.

Beberapa asupan di bawah ini cocok jadi pilihan untuk berbuka puasa yang terbukti rendah kalori dan penuh dengan phytochemical serta antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko kanker

Berikut Video Komitmen NCI Centre dalam Perawatn Stoma sumber video NCI Centre Kalimantan

  1. Stroberi: Kaya akan antioksidan

Stroberi kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan asam ellagic. Dalam tes laboratorium, asam ellagic tampaknya memiliki sifat antikanker yang meningkatkan enzim, yang menghancurkan zat penyebab kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor.

Selain itu, konsumsi stroberi tampaknya bisa mencegah kanker kulit, kanker kandung kemih, kanker paru-paru, kanker kerongkongan dan kanker payudara yang telah ditunjukkan dalam penelitian oleh World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research.

 

  1. Tomat: Potensi senjata melawan kanker prostat

Warna merah pada tomat membuatnya menjadi senjata potensial dalam melawan kanker prostat dan penyakit jantung. Warna merah pada tomat berasal dari fitokimia yang disebut likopen yakni sebuah antioksidan yang paling banyak terdapat pada tomat.

 

Dalam sebuah tes yang dilakukan oleh American Institute for Cancer Research, likopen dapat menghentikan jenis sel kanker lain untuk tumbuh termasuk kanker payidara dan kanker lapisan rahim. Peneliti juga berpendapat bahwa likopen melindungi sel dari kerusakan yang dapat menyebabkan kanker dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

 

  1. Wortel: terbaik dikonsumsi ketika matang

Wortel mengandung beta-karoten yang dapat melindungi selaput sel dari kerusakan oleh toksin dan memperlambat pertumbuhan sel kanker. Beberapa penelitian menunjukkan wortel melindungi terhadap kanker serviks, mungkin karena mereka memasok antioksidan yang dapat memerangi HPV (human papilloma virus).

Sebuah penelitian oleh Journal of Agriculture and Food Chemistry menyatakan wortel yang dimasak memiliki lebih banyak antioksidan daripada yang mentah.

 

  1. Bayam: Sumber karoteniod super

Bayam kaya akan lutein dan zeaxanthin, karotenoid yang menghilangkan molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas dari tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bayam bisa melindungi terhadap kanker mulut, kerongkongan, dan perut.

Penelitian lain juga mengemukakan bahwa karotenoid dalam bayam dan makanan lain mengurangi risiko kanker ovarium, endometrium, paru-paru, dan kanker kolorektal.

 

  1. Biji-bijian: Baik untuk seluruh tubuh

Biji-bijian utuh menghasilkan banyak serat yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Biji-bijian utuh mengandung zat lain yang mungkin memerangi kanker, termasuk lignan, yang bertindak sebagai antioksidan, dan saponin, yang dapat mencegah sel kanker berkembang biak.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
085250575811

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Peningkatan luka kanker Pada Kaum Milenial yang harus anda ketahui
  2. Dampak Menghirup Asap Las Tingkatkan Risiko Penyakit Kanker Paru

 

Dampak Menghirup Asap Las Tingkatkan Risiko Penyakit Kanker Paru, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Kunjang di 085250575811

Dalam dunia pekerjaan kita sering melihat orang dengan pekerjaannya masing-masing demi mencari nafkah yang halal, namun terkadang kita tidak tau apa dampak dari perjaan yang kita lakukan terhadap status kesehatan kita, salah satu nya pekerjaan di bagian las dalam pekerjaan bangunan, taukah anda ternyata Dampak Menghirup Asap Las Tingkatkan Risiko Penyakit Kanker Paru, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Kunjang di 085250575811

 

Seorang teknisi yang bekerja dengan alat las sering disarankan untuk memakai pelindung wajah. Alasannya karena memang mengelas adalah pekerjaan dengan risiko bahaya kesehatan.

Studi terbaru yang dipublikasi di jurnal Occupational & Environmental Medicine misalya menemukan bukti asap las dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru. Dr Denitza Blagev dari Intermountain Medical Center mengetahuinya setelah menganalisa data dari 45 studi lain dengan sekitar 17 juta partisipan.

Berikut Video Komitmen NCI Centre Dalam Perawatan Pasien Stoma sumber video NCI Centre Kalimantan

Secara keseluruhan, orang yang bekerja sebagai tukang las atau sering terpapar asap las 43 persen lebih mungkin untuk terkena kanker paru-paru.

 

“Dan dengan ulasan ini, asap las dapat diklasifikasikan sebagai ‘karsinogenik’ bagi manusia,” tulis peneliti seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (22/5/2019).

Asap las sendiri dihasilkan ketika logam dipanaskan di atas titik leburnya dan kemudian menguap dan mengembun menjadi partikel halus di udara. Campuran pasti bahan kimia di dalam uap tersebut dapat bergantung pada jenis logam yang digunakan, proses pengelasan, dan di mana pekerjaan dilakukan.

Sebagai contoh senyawa nikel dan kromium diketahui bisa menyebabkan kanker paru dan keduanya mudah ditemukan dalam asap ketika pekerja mengelas baja tahan karat.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
085250575811

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Peningkatan luka kanker Pada Kaum Milenial yang harus anda ketahui
  2. 3 hal hubungan antara earthing bagi kesehatan tubuh dalam mempercepat proses penyembuhan luka diabetes