7 makanan yang wajib penderita Diabetes ketahui, untuk konsultasi masalah luka anda di nci segah 085250575811

Ketika Anda divonis menderita diabetes, faktor makanan akan sangat memengaruhi kondisi gula darah Anda. Apa saja makanan untuk penderita diabetes yang baik dikonsumsi dan harus dihindari?. Berikut rangkumannya dalam ulasan 7 makanan yang wajib penderita Diabetes ketahui, untuk konsultasi masalah luka anda di nci segah 085250575811

Pada dasarnya, makanan untuk penderita diabetes mirip dengan makanan-makanan sehat pada umumnya. Kuncinya adalah memperbanyak konsumsi sayur, buah, atau gandum utuh, serta menghindari makanan yang mengandung kalori atau lemak berlebih.

Jika orang pada umumnya harus menjalani pola makan yang baik untuk menjaga kebugaran, penderita diabetes perlu menjaga pola makan agar kadar gula darah mereka tidak meroket. Selain itu, pola makan ini bertujuan mengontrol berat badan (atau menurunkan berat badan bagi penderita diabetes tipe 2), serta menurunkan risiko penyakit jantung yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau penumpukan kolesterol.

Makanan yang baik untuk penderita diabetes

Berdasarkan rekomendasi Asosiasi Diabetes Amerika (ADA), makanan untuk penderita diabetes yang ideal adalah sayur dan buah, protein tanpa lemak, makanan tanpa pemanis buatan, dan tidak mengandung lemak jenuh. Berikut daftar lengkap makanan yang baik dikonsumsi oleh penderita diabetes:

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

  1. Sayuran hijau

Sayuran hijau kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi yang penting untuk tubuh. Selain itu, mereka juga memiliki sedikit dampak negatif terhadap kadar gula darah. Selain dikonsumsi dalam bentuk mentah, direbus, atau dikukus, sayuran hijau juga dapat dimakan sebagai salad yang dicampur dengan protein, seperti ayam dan tahu.

Sayuran untuk penderita diabetes yang dianjurkan adalah bayam, kale, kol, bok choy, dan brokoli. Sebaliknya, Anda sebaiknya menghindari sayuran yang sudah diawetkan (misalnya sayuran kaleng), sayuran yang sudah diolah menjadi acar, serta sayuran yang dimasak dengan menambahkan banyak mentega, keju, atau saus.

  1. Buah yang mengandung sitrus atau berries

Buah-buahan sitrus (seperti jeruk, lemon, dan anggur) dipercaya memiliki efek antidiabetes karena mengandung antioksidan bioflavonoid bernama herperidin dan naringin. Selain itu, buah ini juga tidak mengandung karbohidrat sehingga aman dijadikan makanan untuk penderita diabetes.

Sementara keluarga beri (stroberi, blueberry, raspberry, blackberry) kaya akan antioksidan dan serat yang juga dapat menormalkan kadar gula darah Anda.

  1. Ubi

Ubi memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dari kentang. Artinya, ubi melepas kandungan gulanya secara lebih perlahan sehingga kadar gula darah tidak langsung melejit ketika mengonsumsinya.

  1. Gandum utuh

Makanan untuk penderita diabetes yang satu ini kaya akan serat, yang artinya makanan ini dicerna secara perlahan oleh tubuh sehingga kadar gula darah relatif stabil. Seperti halnya ubi, gandum utuh juga mengandung glikemik indeks yang rendah. Gandum utuh bisa didapat pada roti gandum, pasta gandum, beras cokelat, quinoa, dan sebagainya.

  1. Ikan

Beberapa jenis ikan mengandung lemak polysaturated dan monosaturated yang dapat mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes. Jenis ikan yang masuk dalam makanan untuk penderita diabetes adalah salmon, makarel, sarden, tuna, haring, dan trout.

  1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan termasuk makanan berkarbohidrat kompleks sehingga lebih sulit diserap oleh tubuh. Mengonsumsi makanan ini dapat membantu Anda dalam menjalani program diet, atau mengatur kadar kolesterol dan tekanan darah Anda.

  1. Kacang kenari

Studi mengatakan orang yang sering makan kacang kenari dapat memiliki kadar gula darah normal. Makanan ini juga dipercaya dapat menurunkan risiko Anda terkena serangan jantung atau stroke.

Apakah ada pantangan makanan untuk penderita diabetes

Selain memperbanyak asupan bahan-bahan di atas, penderita diabetes juga memiliki daftar makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Pantangan makanan untuk penderita diabetes, antara lain:

  1. Soda: minuman berkarbonasi ini biasanya mengandung gula yang banyak.
  2. Gula yang sudah diolah menjadi makanan, misalnya donat, kue kering, cakes, kue, hingga permen.
  3. Karbohidrat dalam bentuk makanan olahan, misalnya roti putih, pasta, atau keripik.
  4. Makanan yang mengandung lemak jenuh, misalnya butter, mayones, dressingsalad, saus, dan semua produk roti.
  5. Produk hewani yang kaya akan lemak (daging merah, daging babi, bacon, sosis, dan sebagainya).
  6. Produk susu, seperti krim, keju, es krim.
  7. Makanan olahan, misalnya permen, keripik, dan kue kering.

Memiliki pantangan makanan untuk penderita diabetes bukan berarti Anda tidak dapat menikmati manisnya hidup. Mengonsumsi pantangan di atas sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan dikombinasikan dengan sayur dan disesuaikan dengan kondisi tubuh serta pengobatan yang Anda jalani.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Kok bisa tuli sesaat setelah konsumsi makanan pedas?

Kalian harus tau manfaat yogurt dan makanan tinggi serat

5 hal yang harus anda lakukan sebelum olahraga, untuk konsultasi masalah luka anda di nci segah 085250575811

Berlari adalah salah satu jenis latihan kardio yang sangat menyenangkan. Apalagi, aktivitas fisik ini, bisa dilakukan dengan teman maupun keluarga, tanpa mengurangi konsentrasi Anda, dalam membakar lemak. Namun ingat, lakukan gerakan pemanasan sebelum lari, agar kardio jadi maksimal. Berikut rangkumannya dalam ulasan 5 hal yang harus anda lakukan sebelum olahraga, untuk konsultasi masalah luka anda di nci segah 085250575811

Gerakan pemanasan sebelum lari, bisa menghindarkan Anda dari risiko cedera, yang dapat muncul saat sedang berlari. Maka dari itu, jangan pernah anggap remeh “kekuatan” pemanasan, karena hal ini bisa memengaruhi kualitas olahraga Anda nantinya.

Pemanasan sebelum lari, apa saja gerakannya?

Sama seperti mobil atau motor, yang perlu dipanaskan, sebelum digunakan. Otot juga harus menjalani proses pemanasan, agar siap “dipakai” saat berlari. Sebab, jika otot “kaget”, bisa saja ketegangan otot terjadi. Hal ini justru bisa membuat Anda “cuti” dari kegiatan lari selama berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan.

Perlu diketahui, pemanasan sebelum lari, bisa meregangkan otot-otot di tubuh, supaya tetap lentur. Hal ini membuat otot dan persendian, berada pada jangkauan gerak paling penuh.

Berikut ini adalah beberapa gerakan pemanasan sebelum lari, yang bisa membantu Anda untuk meregangkan otot.

  1. Berjalan

Jalan kaki, dapat membantu Anda mempersiapkan otot kaki, untuk bisa berlari dalam waktu yang cukup lama. Agar kaki Anda tidak kaget, saat berlari dengan gerakan yang cepat, berjalan kaki bisa menjadi pemanasan yang tepat.

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

Pemanasan sebelum lari ini bisa Anda lakukan selama 10 menit, untuk memompa darah, supaya mengalir ke seluruh tubuh.

  1. Melenturkan paha depan

Quadriceps, atau paha depan, tidak boleh dilupakan saat melakukan pemanasan sebelum lari. Untuk “memanaskan” paha depan, Anda cukup berdiri dengan tegak, lalu angkat betis dan kaki ke arah belakang. Lakukan pemanasan ini, mulai dari kaki kanan, kemudian beralih ke kaki kiri.

Setidaknya, tahan gerakan ini selama 30 detik, setelah itu baru ganti ke bagian kaki yang lain. Pemanasan sebelum lari ini harus dilakukan, terutama jika Anda berlari di medan yang naik-turun.

Peregangan otot ini, harus dirasakan di bagian depan paha Anda, mulai dari pinggul hingga lutut. Jika peregangan dirasakan di bagian tubuh lainnya, maka ada yang salah dengan gerakan Anda.

  1. Regangkan hamstring

Hamstring atau paha belakang, juga menjadi otot yang harus Anda regangkan, sebelum melakukan aktivitas lari. Untuk melakukan gerakan pemanasan ini, Anda hanya perlu duduk, dan luruskan kaki ke depan.

Kemudian, dengan tangan Anda, cobalah sentuh kaki paling ujung, dan condongkan tubuh ke depan. Tahan gerakan ini sampai 30 detik, sebelum akhirnya berpindah ke sisi kaki yang lainnya.

  1. Peregangan otot betis

Otot betis di belakang kaki bagian bawah adalah area kunci yang harus diperhatikan sebelum berlari. Peregangan betis yang buruk dan asal-asalan, bisa mengakibatkan cedera dan rasa sakit, saat sedang berlari.

Untuk melakukan pemanasan sebelum lari ini, Anda dalam posisi berdiri. Tekuk kaki kanan ke depan, sambil menjaga kaki kiri tetap lurus. Jika gerakan ini sudah dilakukan, luruskan punggung dan tahan gerakan ini selama 30 detik. Lakukan juga pada sisi kaki kiri.

  1. Peregangan iliotibial band

Iliotibial band adalah bagian tubuh di luar paha, antara pinggul dan tulang kering. Bagian tubuh ini, seringkali terkena cedera, bagi pelari pemula, yang tidak melakukan pemanasan sebelum lari.

Untuk meregangkan bagian tubuh ini, Anda hanya harus berdiri dengan tegap, silangkan pergelangan kaki kiri di belakang pergelangan kaki kanan Anda. Kemudian, angkat tangan kanan Anda, melewati ke atas kepala. Tahan setidaknya selama 30 detik, kemudian ulangi lagi dengan sisi tangan dan kaki yang berbeda.

Perlu diingat, saat tangan kanan diangkat ke atas, melewati kepala, tubuh juga harus condong ke kanan. Hal ini dilakukan agar peregangan bisa dirasakan di bagian kaki kiri, begitu juga sebaliknya.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Ketahui dampak berolahraga dalam jumlah berlebihan

Mau terhindari DM lakukan gaya hidup ini

Yakin lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati?, untuk konsultasi masalah luka anda di nci segah 085250575811

Siapa bilang sakit gigi lebih baik daripada sakit hati? Bagi Anda yang pernah merasakannya, mungkin justru akan berpikir sebaliknya. Kondisi ini sebenarnya tak perlu terjadi apabila sejak awal, Anda menyadari penyebab sakit gigi berkepanjangan tersebut, dan segera mengobatinya. Berikut rangkumannya dalam ulasan Yakin lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati?, untuk konsultasi masalah luka anda di nci segah 085250575811

Permasalahannya, saat ini banyak orang yang baru memeriksakan kondisinya ke dokter gigi apabila kerusakan giginya sudah parah. Mereka rela melewati masa sakit gigi yang berkepanjangan, sebelum akhirnya menyerah dan periksa ke dokter gigi.

Padahal, ada komplikasi yang bisa muncul sebagai bahaya gigi berlubang yang tidak segera mendapat perawatan.

Gigi berlubang, penyebab sakit gigi berkepanjangan yang paling umum

Sakit gigi sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti terbentur, gigi sensitif, atau gangguan pada gusi. Namun, penyebab sakit gigi berkepanjangan yang paling umum adalah gigi berlubang tanpa perawatan.

Gigi berlubang, awalnya terbentuk dari plak gigi. Plak gigi adalah lapisan yang berisi bakteri. Sehingga, jika kita tidak rutin menyikat gigi dengan cara yang benar, plak akan terus menumpuk. Lalu, bakteri di plak lama-kelamaan akan merusak lapisan gigi, dan menyebabkan gigi berlubang.

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

Bakteri yang ada di plak akan merusak gigi secara bertahap, dan menyebabkan:

  1. Rusaknya lapisan terluar gigi (enamel)

Pertama, bakteri akan merusak lapisan gigi paling luar, yaitu enamel. Pada tahap ini, gigi belum akan terasa sakit, tapi lubang kecil sudah terbentuk. Anda mungkin akan merasakan makanan jadi sering tersangkut.

  1. Rusaknya lapisan kedua gigi (dentin)

Setelah itu, bakteri akan merusak lapisan gigi kedua, yaitu dentin. Lapisan ini merupakan lapisan gigi yang sensitif. Apabila lubang sudah mencapai lapisan ini, gigi Anda akan mulai terasa sakit, terutama saat mengunyah, atau mengonsumsi makanan yang panas dan dingin.

Jika sudah mencapai dentin, dan gigi berlubang belum juga dirawat, maka inilah yang menjadi cikal bakal penyebab sakit gigi berkepanjangan.

  1. Rusaknya saraf gigi (pulpa)

Banyak orang membiarkan giginya berlubang hingga sangat besar. Siapa di antara Anda yang hanya minum obat ketika gigi yang berlubang terasa sakit? Ini adalah kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Sebab, meski minum obat bisa meredakan nyeri untuk sementara waktu, tapi langkah tersebut tetap tidak menyelesaikan penyebab sakit gigi yang Anda rasakan.

Lubang yang terus dibiarkan, lama-kelamaan akan meluas hingga ke lapisan terdalam gigi, yaitu pulpa atau saraf gigi. Jika sudah sampai di tahap ini, infeksi bakteri di gigi Anda bisa menyebabkan sakit gigi yang teramat sangat. Bahkan, tanpa ada rangsang nyeri apapun.

 

Bahaya gigi berlubang jika dibiarkan

Selain sakit gigi yang berkepanjanagan, gigi berlubang yang dibiarkan tanpa perawatan, juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  1. Penyakit gusi

Jika terus dibiarkan, bakteri yang menyebabkan gigi berlubang juga bisa menyebar hingga ke gusi dan menyebabkan infeksi di gusi serta jaringan pendukung gigi lainnya.

Apabila penyakit gusi ini sudah muncul, gusi akan terlihat kemerahan dan bengkak. Gusi Anda juga akan menjadi mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi.

Jika masih dibiarkan juga, maka radang gusi bisa berkembang menjadi periodontitis atau radang jaringan pendukung gigi. Periodontitis bisa menyebabkan gangguan tidak hanya di gusi, tapi juga ke tulang rahang.

  1. Abses gigi

Gigi yang berlubang besar membuat bakteri jadi lebih mudah masuk ke lapisan terdalam gigi, yaitu saraf. Saat saraf terpapar bakteri, maka akan terjadi peradangan, yang disebut pulpitis.

Pulpitis bisa menyebabkan gigi Anda terasa sangat sakit. Jika tidak segera dirawat, lama-kelamaan, saraf yang meradang akan mati. Saraf yang mati akan menjadi tempat bersarangnya bakteri.

Kumpulan bakteri di ujung saraf gigi ini, akan membentuk abses gigi. Abses gigi akan membuat gusi terlihat bengkak dan bernanah.

  1. Sulit mengunyah dan membuat rongga mulut menjadi kotor

Orang yang memiliki gigi berlubang, biasanya hanya akan mengunyah menggunakan satu sisi, yaitu sisi rahang yang sehat. Sehingga, sisi rahang yang terdapat gigi berlubang akan terbengkalai dan kotor akibat banyaknya karang gigi yang menumpuk. Hal ini, bisa menyebabkan bau mulut.

Mengunyah hanya dengan menggunakan satu sisi pun bukanlah cara yang ideal, dan membuat makanan tidak bisa lumat sempurna.

  1. Lidah dan pipi bagian dalam jadi rawan sariawan

Gigi yang berlubang, bentuknya tentu akan berubah. Tidak menutup kemungkinan, gigi yang rapuh tersebut akan patah dengan sendirinya, dan membuat gigi menjadi tajam.

Sehingga, secara tidak sadar, bagian gigi yang tajam itu akan melukai lidah dan pipi bagian dalam, hingga menyebabkan sariawan.

  1. Gigi goyang dan copot dengan sendirinya

Pada kondisi yang paling parah, lubang gigi yang sangat meluas akan rapuh dan hanya menyisakan sedikit bagian gigi atau bahkan hanya akar gigi. Kondisi ini akan membuat Anda terlihat ompong.

Akar gigi yang rusak, lama-kelamaan akan mengalami resorbsi atau pemendekan, sehingga membuatnya tidak lagi rekat dengan tulang rahang dan goyang. Tidak jarang, gigi tersebut bisa lepas dengan sendirinya.

 

Melihat berbagai bahaya gigi berlubang di atas, Anda sebaiknya segera mencari tahu penyebab sakit gigi berkepanjangan yang Anda alami. Jangan menundah hingga parah. Segera periksakan ke dokter gigi apabila gigi sudah terlihat sedikit berlubang, meski belum terasa nyeri.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Berapa kadar gula normal? yuk cari tau

Yuk jaga anak kita agar tidak terkena masalah pencernaan