Berbuka dan Sahur Yang harus diperhatiakn para penderita diabetes militus, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Pinang di 085250575811

Diabetes millitus merupakan penyakit yang sangat banyak di derita masyarakat lanjut usia dan tidak jarang juga menyerang anak usia produktif, lalu bagaimana cara mengontrol kadar gula di bulan puasa ini dalam memilih menu berbuka dan sahur? Berikut Berbuka dan Sahur Yang harus diperhatiakn para penderita diabetes militus, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Pinang di 085250575811

 

Saat berpuasa, pola makan berubah, termasuk bagi penyandang diabetes. Untuk itu, ada penyesuaian pola makan yang harus diterapkan, baik saat sahur maupun berbuka.

Menurut Menurut Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr. Ervina Hasti W, ada cara sehat untuk makan sahur dan berbuka yang bisa diterapkan oleh penyandang diabetes. Misalnya saat sahur, minum air putih yang banyak untuk menstabilkan dan mengontrol kadar gula darah serta mencegah dehidrasi.

“Selain untuk mempersingkat waktu puasa, makan sahur mendekati imsak akan membuat seorang penyandang diabetes punya banyak waktu untuk makan secara bertahap, dari makanan pembuka sampai makanan berat agar kandungan gula darah tidak naik,” ujarnya

Beriku Video Testimony Pasien Perawatan luka NCI Centre Kalimantan sumber video NCI Centre Kalimantan

Lalu, makanlah dalam porsi sedang. Meskipun tidak akan makan selama kurang lebih 14 jam, bukan berarti harus menimbun kalori secara besar-besaran dengan makan berlebihan. Hindari juga konsumsi kafein saat sahur karena bisa mengakibatkan banyak buang air kecil sehingga badan menjadi lemas.

Kemudian saat berbuka, lanjut dr. Ervina, konsumsi air putih seperti saat sahur untuk membuat kadar gula darah tetap stabil dan mengontrol konsentrasinya. Hindari juga konsumsi makanan yang digoreng karena sarat akan kandungan lemak tidak sehat yang bisa meningkatkan kolesterol. Kondisi itu pun bisa memicu penyakit jantung koroner.

“Perlu diingat, saat berpuasa, kadar gula menurun sangat drastis, namun mengonsumsi makanan manis saat berbuka akan meningkatkan kandungan gula darah secara drastis dan kondisi ini berbahaya karena dapat memicu hiperglikemia yang beresiko tinggi untuk penyandang diabetes. Hiperglikemia terlalu tinggi bisa mengakibatkan komplikasi atau mudah tertular penyakit lain. Intinya, selalu disiplin dan tidak berlebihan saat berbuka,” jelas dr. Ervina.

Penyandang diabetes juga disarankan untuk menyeimbangkan makanan, dalam hal ini memastikan makanan yang dikonsumsi mengandung protein, karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah, sayuran, dan makanan berserat seperti buah untuk menjaga stamina dan mengatur kadar gula.

“Namun ada beberapa buah dan sayur yang tidak cocok bagi penderita diabetes karena bisa mengakibatkan lonjakan kadar gula darah. Beberapa di antaranya adalah mangga, stroberi, labu, dan kentang,” sambung dr. Ervina.

Selain itu, penyandang diabetes juga harus mengontrol kadar gula darahnya salah satunya dengan mengonsumsi Diabetasol. Nutrisi makanan pengganti ini mengandung Vita Digest Pro dan indeks glikemik rendah yang bisa membantu menstabilkan kadar gula darah dan membuat puasa menjadi lancar.

“Bila perlu, pemenuhan nutrisi dapat dibantu dengan makanan pengganti yang mengandung indeks glikemik rendah, kaya serat, serta diperkaya dengan nutrisi sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah selama berpuasa serta membuat kenyang lebih lama,” tutup dr. Ervina.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
085250575811

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Penderita Maag dapatkah menjalankan puasa dan apakah yang harus di perhatikan penderita maag dalam berpuasa di bulan suci ramadhan
  2. 4 Kebiasaan Buruk Yang Dapat Membuat Anda Gemuk di Bulan Puasa anda berisiko tinggi terkena DM

 

Dampak Menghirup Asap Las Tingkatkan Risiko Penyakit Kanker Paru, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Kunjang di 085250575811

Dalam dunia pekerjaan kita sering melihat orang dengan pekerjaannya masing-masing demi mencari nafkah yang halal, namun terkadang kita tidak tau apa dampak dari perjaan yang kita lakukan terhadap status kesehatan kita, salah satu nya pekerjaan di bagian las dalam pekerjaan bangunan, taukah anda ternyata Dampak Menghirup Asap Las Tingkatkan Risiko Penyakit Kanker Paru, yuk konsultasi masalah luka anda di NCI Centre Sungai Kunjang di 085250575811

 

Seorang teknisi yang bekerja dengan alat las sering disarankan untuk memakai pelindung wajah. Alasannya karena memang mengelas adalah pekerjaan dengan risiko bahaya kesehatan.

Studi terbaru yang dipublikasi di jurnal Occupational & Environmental Medicine misalya menemukan bukti asap las dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru. Dr Denitza Blagev dari Intermountain Medical Center mengetahuinya setelah menganalisa data dari 45 studi lain dengan sekitar 17 juta partisipan.

Berikut Video Komitmen NCI Centre Dalam Perawatan Pasien Stoma sumber video NCI Centre Kalimantan

Secara keseluruhan, orang yang bekerja sebagai tukang las atau sering terpapar asap las 43 persen lebih mungkin untuk terkena kanker paru-paru.

 

“Dan dengan ulasan ini, asap las dapat diklasifikasikan sebagai ‘karsinogenik’ bagi manusia,” tulis peneliti seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (22/5/2019).

Asap las sendiri dihasilkan ketika logam dipanaskan di atas titik leburnya dan kemudian menguap dan mengembun menjadi partikel halus di udara. Campuran pasti bahan kimia di dalam uap tersebut dapat bergantung pada jenis logam yang digunakan, proses pengelasan, dan di mana pekerjaan dilakukan.

Sebagai contoh senyawa nikel dan kromium diketahui bisa menyebabkan kanker paru dan keduanya mudah ditemukan dalam asap ketika pekerja mengelas baja tahan karat.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
085250575811

Baca Juga Artikel Lainnya :

  1. Peningkatan luka kanker Pada Kaum Milenial yang harus anda ketahui
  2. 3 hal hubungan antara earthing bagi kesehatan tubuh dalam mempercepat proses penyembuhan luka diabetes