Ketahuilah 5 penyebab anda harus cuci darah, untuk konsultasi masalah luka anda di nci teluk bayur 085250575811

Hallo sahabat NCI Centre Kalimantan di manapun kalian berada… sudah tau apa itu cuci darah? dan apa saja penyebabnya , yukk ketahuai Ketahuilah 5 penyebab anda harus cuci darah, untuk konsultasi masalah luka anda di nci teluk bayur 085250575811

Menurut internis Siloam Hospitals Asri, dr. Pringgodigdo Nugroho, meski ginjal termasuk di dalam sistem ekskretori (pembuangan), kondisinya terhubung dan dipengaruhi langsung oleh kesehatan sistem kardiovaskular kita. Ini karena ginjal bekerja sebagai penyaring kotoran dan cairan ekstra dari dalam darah. Jantung yang tak berfungsi secara efisien akan menurunkan suplai oksigen dalam darah ke ginjal, yang mengakibatkan gangguan pada fungsinya.

 

“Begitu kerusakan ginjal dimulai, kita tidak mampu lagi mengembalikan fungsi ginjal ke kondisi optimum. Kita hanya bisa menunda penurunan fungsinya,” ucap dr. Pringgodigdo. Untuk mengetahui adanya gangguan ginjal, dokter akan memeriksa glomerular filtration rate (GFR) atau kadar penyaringan glomerulus, yakni kadar kemampuan ginjal menyaring racun dalam darah. Bila tingkat GFR di bawah 60 ml/menit/1,73 m2, berarti ginjal tak berfungsi dengan baik. Jika keadaan ini berlangsung lebih dari 3 bulan, dokter kemungkinan akan mendiagnosis Anda dengan penyakit gagal ginjal kronis. Pada tahap ini Anda akan mengalami masalah buang air kecil atau merasakan sakit di punggung, terutama di sekitar posisi ginjal

apa bila anda memiliki keluhan dengan luka anda dapat mengkonsultasikan ke Klinik NCI Centre Kalimantan, berikut video penjelasan apa itu NCI Centre Samarinda yang di ambil dari chenel NCI Centre Kalimantan

 

Bila kadar GFR menurun hingga kurang dari 15 ml/menit, berarti ginjal telah gagal. Pada tahap menakutkan ini, hanya ada dua pilihan pengobatan yang bisa diterapkan: hemodialisis atau transplantasi ginjal. Hemodialisis atau dialisis adalah proses penyaringan suplai darah melalui mesin, yang sudah tak bisa lagi dilakukan ginjal. Sedangkan pasien yang berhasil menjalani transplantasi ginjal, terbukti mempunyai kualitas hidup lebih baik. Namun, ini bukan pilihan pengobatan yang selalu tersedia akibat sulitnya menemukan donor yang sesuai.

Untuk menghindari hal ini, ada baiknya Anda mencegah dan mengelola faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan kerusakan organ ginjal, seperti:

  1. Hipertensi (tekanan darah tinggi), menempati urutan kedua sebagai penyebab gagal ginjal.
  2. Diabetes, adalah penyebab utamanya dan telah menyumbang hingga 30% dari semua kasus gagal ginjal kronis.
  3. Obesitas, menurut para ahli, walaupun penderita obesitas mengatur tekanan darah atau gula darah melalui pengobatan, mereka tetap berisiko terkena penyakit ginjal kronis.
  4. Merokok, akan merusak pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan masalah pada sistem kardiovaskular.
  5. Konsumsi obat yang tidak bertanggung jawab, terutama obat penghilang rasa sakit karena mengandung zat yang bisa membahayakan ginjal.

Cara terbaik menjaga sistem kardiovaskular dan ginjal tetap sehat adalah dengan memodifikasi gaya hidup, seperti: olahraga teratur dan menjaga pola makan sehat, tidak hanya mengandalkan obat-obatan. Sementara faktor yang tak dapat dikendalikan adalah riwayat keluarga.

Sumber: dr. Pringgodigdo Nugroho, Siloam Hospitals Asri di Majalah Silver, Siloam Hospitals

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

salep sakti luka bakar 

balutan luka termurah seindonesia 

Beras Hitam Organik atau Beras putih?, Apa bedanya?, beresiko merusak gigi, untuk konsultasi masalah luka anda di nci teluk bayur 085250575811

Dahulu kala, beras hitam sempat disebut sebagai makanan terlarang. Sebab, beras ini jarang bisa ditemukan, meski lezat dan bergizi. Sehingga, hanya raja-raja yang boleh mengonsumsinya. Saat ini, beras hitam tak lagi langka. Bahkan, beras hitam organik pun sudah banyak ditemui di supermarket. Berikut rangkumannya dalam ulasan Beras Hitam Organik atau Beras putih?, Apa bedanya?, beresiko merusak gigi, untuk konsultasi masalah luka anda di nci teluk bayur 085250575811

Meski manfaat beras hitam untuk kesehatan tak lagi diragukan, tapi banyak orang yang bingung saat ingin membelinya. Sebab, dari sekian banyak jenis beras hitam, ada yang bertuliskan beras hitam organik dan ada juga yang hanya menuliskan beras hitam.

Lantas, apa perbedaan keduanya? Benarkah yang organik pasti lebih sehat?

 

Perbedaan beras hitam organik dan non-organik

Saat ini, sudah banyak makanan yang berlabel organik. Pada makanan yang berasal dari tumbuhan, termasuk beras hitam organik, label ini berpaku pada cara penamanan dan proses dari makanan tersebut.  Makanan yang ditanam secara organik, umumnya memakai:

  1. Kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk alami
  2. Cara alami tanpa pestisida, untuk memberantas hama hewan saat masa tanam
  3. Cara alami, tanpa herbisida, untuk menghilangkan tanaman hama, termasuk rumput liar

 

Sementara itu, makanan yang ditanam dengan cara non-organik, menggunakan:

  1. Pupuk berbahan kimia
  2. Herbisida untuk menghilangkan tanaman hama, seperti rumput liar
  3. Pestisida untuk memberantas binatang hama

 

Manfaat beras hitam organik

Ada banyak pihak yang mengklaim bahwa makanan yang organik, lebih sehat dari yang non-organik. Sejauh ini, belum ditemukan penelitian yang membandingkan manfaat beras hitam biasa dengan beras hitam organik. Namun secara umum, beras hitam memang bisa memberikan manfaat kesehatan seperti:

=============== WATCH THUS VIDEO ===============

  1. Kaya akan antioksidan

Manfaat beras hitam yang cukup menonjol adalah kandungan antioksidannya yang tinggi. Antioksidan akan mencegah tubuh mengalami kerusakan sel akibat paparan radikal bebas yang berlebihan.

Paparan radikal bebas berlebih bisa memicu terjadinya berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit Alzheimer dan beberapa jenis kanker.

  1. Menyehatkan jantung

Saat ini, penelitian yang menyebutkan manfaat beras hitam untuk kesehatan jantung memang masih terbatas. Namun, dengan tingginya kadar antioksidan yang dimilikinya, beras hitam kemudian dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

  1. Berpotensi mencegah kanker

Beras hitam mengandung suatu komponen yang disebut antosianin. Komponen tersebut, pernah diteliti sebagai komponen yang berpotensi menurunkan risiko terjadinya kanker usus besar.

  1. Baik untuk kesehatan mata

Beras hitam juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis karotenoid yang berhubungan dengan kesehatan mata. Komponen ini, dipercaya dapat mencegah kerusakan retina dari kerusakan akibat radikal bebas. Meski begitu, manfaat beras hitam terhadap mata, masih perlu diteliti lebih lanjut lagi.

  1. Mendukung diet

Seperti halnya jenis beras yang lain, beras hitam juga memiliki cukup banyak kalori. Namun, tanaman yang satu ini juga sangat kaya akan serat alami, yang bisa membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga mencegah keinginan untuk makan lebih banyak.

Mineral dan bahan aktif yang ada di beras hitam juga dinilai dapat mempercepat proses metabolisme, sehingga membantu proses pembakaran kalori dan lemak di tubuh.

  1. Mengontrol diabetes

Beras putih tidak dianjurkan untuk dikonsumsi para penderita diabetes, karena kandungan gulanya yang tinggi. Untuk menggantikannya, beras hitam bisa menjadi pilihan.

Sebab, beras hitam kaya akan serat alami. Hal ini membuat banyak orang yang percaya, bahwa beras hitam bisa membantu meredakan gejala diabetes. Serat alami tersebut juga akan membantu pengaturan pelepasan insulin di tubuh serta kadar gula dalam darah.

  1. Baik untuk pencernaan

Manfaat beras hitam yang satu ini, didapatkan dari serat yang ada di dalamnya. Serat telah diketahui baik untuk melancarkan pencernaan, memaksimalkan penyerapan nutrisi di tubuh, serta mencegah gangguan pencernaan seperti konstipasi dan kembung.

  1. Menambah energi

Karbohidrat yang dikandung beras hitam, dapat memberikan energi yang melimpah untuk tubuh.

Kelebihan dan kekurangan makanan organik

Beras hitam organik baik untuk kesehatan Anda. Sebab, ada beberapa keuntungan tambahan yang didapatkan apabila tumbuhan dirawat secara organik, seperti:

  1. Meningkatkan kadar nutrisi

Merawat tanaman secara organik, dinilai dapat meningkatkan kadar nutrisnya dalam jumlah kecil hingga sedang. Kadar nutrisi yang naik saat suatu tanaman tumbuh secara organik, salah satunya adalah flavonoid, yang bersifat antioksidan.

  1. Mengurangi risiko paparan zat metal beracun

Pada tanaman yang tumbuh non-organik, ada potensi kontaminasi dari cadmium, suatu zat metal beracun yang bisa ditemukan di dalam tanah, dan dapat diserap oleh tumbuhan.

Kadar cadmium dalam biji-bijian yang ditanam secara organik ,terbukti jauh lebih sedikit, dibandingkan dengan yang non-organik. Namun, hal ini tidak terjadi pada buah dan sayuran yang ditanam secara organik.

  1. Menurukan risiko keracunan sisa pestisida

Tanaman yang baru saja dipanen, bisa saja masih memiliki sisa-sisa pestida. Karena ditanam dan dirawat tanpa pestisida, risiko beras hitam organik untuk terpapar sisa zat kimia pun lebih kecil.

 

Namun yang perlu dipertimbangkan ketika hendak membeli bahan makanan organik, termasuk beras hitam organik, adalah dari segi harga. Makanan organik, memang umumnya memiliki harga yang lebih mahal.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Yuk tingkatkan daya tahan tubuh dengan 3 Makanan ini

Penanganan yang tepat luka jatuh dari motor

Kebiasaan anak menghisap jari?, beresiko merusak gigi, untuk konsultasi masalah luka anda di nci teluk bayur 085250575811

Baik pada anak-anak maupun orang dewasa, gigi renggang bisa terjadi. Jika terjadi pada gigi susu, biasanya gap atau gigi renggang ini bisa hilang saat gigi permanen mulai tumbuh.  Namun jika gigi renggang dirasa mengganggu fungsi gigi sebagai alat kunyah, salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan kawat gigi. Berikut rangkumannya dalam ulasan Kebiasaan anak menghisap jari?, beresiko merusak gigi, untuk konsultasi masalah luka anda di nci teluk bayur 085250575811

Gigi renggang atau diastema bisa terjadi di bagian mana saja, namun yang paling umum terjadi adalah di bagian gigi seri atas.

Penyebab terjadinya gigi renggang

Gigi renggang pada susunan gigi susu anak pada jarak tertentu adalah hal yang normal. Jarak yang renggang tersebut merupakan persiapan tumbuhnya gigi permanen yang ukurannya lebih besar.

Bila gigi yang dimiliki anak semuanya masih gigi susu namun tidak ada jarak renggang dan semua tersusun rapat, risiko timbulnya gigi berjejal saat gigi permanen tumbuh justru meningkat.

Namun, jika susunan gigi susu terlalu renggang, maka hal tersebut perlu menjadi perhatian lebih. Sebab, jarak yang ada antara gigi tersebut dikhawatirkan tidak akan menutup meski gigi sudah berganti menjadi gigi permanen.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan gigi renggang pada anak, di antaranya:

  1. Ukuran rahang

Biasanya, gigi renggang terjadi ketika gigi seorang anak terlalu kecil dibandingkan dengan ukuran rahangnya. Alhasil, gigi memiliki jarak berjauhan antara satu dan lainnya.

  1. Faktor genetik

Faktor genetik juga turut menentukan hal ini. Artinya, apabila orangtua memiliki gigi renggang, ada kemungkinan anaknya mengalami hal yang sama.

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

  1. Jaringan gusi atau frenulum tumbuh berlebih (overgrowth)

Jika Anda menyingkap bibir atas Anda, maka akan terlihat jaringan yang sewarna gusi yang elastis dan berbentuk seperti tali yang ditarik. Jaringan tersebut bernama frenulum.

Normalnya, frenulum tumbuh dari dasar bibir bagian dalam menuju ke batas antara gigi dan gusi. Tapi, ada kalanya jaringan ini tumbuh secara berlebih, melebihi garis batas antara gigi dan gusi. Sehingga, mengganggu pertumbuhan gigi seri dan membuatnya jadi renggang satu sama lain.  

  1. Kebiasaan

Faktor kebiasaan juga dapat menyebabkan gigi renggang, contohnya kebiasaan mengisap jempol saat masih kecil. Aktivitas terus-menerus mengisap jempol menciptakan tekanan di gigi seri atas secara konstan.

  1. Kesalahan refleks menelan

Pada anak-anak yang sudah tumbuh lebih besar, gigi renggang juga dapat terjadi karena kesalahan dalam refleks menelan. Idealnya, saat menelan lidah berada di langit-langit mulut. Namun kesalahan yang memicu terciptanya gigi renggang adalah posisi lidah yang mendorong gigi seri dari belakang.

  1. Infeksi gusi

Diastema atau gigi renggang juga bisa terjadi ketika seorang anak mengalami infeksi gusi. Dalam kasus ini, peradangan pada gusi dan jaringan yang menopang gigi menyebabkan ada jarak antar gigi. Biasanya, gejala yang muncul adalah gusi kemerahan, gusi bengkak, gigi goyang, hingga gusi rentah berdarah.

 

Cara mengatasi gigi renggang

Banyak anak yang tumbuh dewasa dengan gigi renggang dan tidak ada masalah apapun yang ditimbulkannya. Namun pada beberapa kasus, gigi renggang perlu diatasi.

Bukan hanya soal estetika saja, tapi juga demi menjamin gigi berfungsi dengan optimal. Beberapa cara mengatasi gigi renggang yang umum dipilih adalah:

  1. Kawat gigi

Selain untuk gigi yang berantakan dan berjejal, kawat gigi juga bisa digunakan untuk memperbaiki susunan gigi renggang. Kawat dan bracket dalam kawat gigi akan memberi tekanan pada gigi dan perlahan menggesernya sehingga tidak ada lagi jarak antar gigi.

Pada kasus yang tidak terlalu parah, penggunaan kawat gigi yang bisa dilepas atau invisible juga bisa jadi pilihan. Pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi anak untuk menentukan kawat gigi yang tepat bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan

  1. Prosedur veneer

Ada prosedur yang bisa dilakukan dokter gigi untuk menutup celah gigi renggang, seperti veneer atau penambalan gigiDalam prosedur ini, dokter gigi akan menggunakan komposit berwarna menyerupai gigi untuk mengisi celah gigi renggang atau ditempelkan dengan gigi di sampingnya.

Biasanya, prosedur ini juga dilakukan ketika ada orang yang giginya patah. Meski demikian, prosedur ini sulit dilakukan apabila celah sangat lebar.

  1. Operasi

Apabila dokter gigi mendeteksi penyebab gigi renggang adalah masalah gusi, maka perlu ada perawatan untuk mencegah terjadinya infeksi. Operasi ini harus melihat terlebih dahulu kondisi gigi renggang untuk tahu tindakan apa yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi.

Sementara untuk kasus gigi renggang akibat frenulum yang tumbuh terlalu ke bawah, juga bisa dilakukan operasi. Dokter gigi akan mengangkat kelebihan jaringan yang tumbuh baru kemudian disarankan memakai kawat gigi untuk menutup celah tersebut.

Ada banyak prosedur yang kemungkinan suksesnya tinggi dalam mengatasi gigi renggang. Meski demikian, apabila gigi renggang terjadi karena masalah kebiasaan masa kecil seperti mengisap jempol atau kesalahan refleks saat menelan, ajarkan untuk perlahan meninggalkan kebiasaan tersebut.

 

Jangan lupa, selalu ajarkan anak untuk menjaga kebersihan gigi mereka sejak kecil. Jadikan menggosok gigi sebagai kebutuhan mendasar demi kesehatan, bukan hanya ritual atau kewajiban yang ingin mereka hindari.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Yakin lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati?

Kenali alergi lebih dalam dengan 5 hal ini

Kenali alergi lebih dalam dengan 5 hal ini, untuk konsultasi masalah luka anda di nci teluk bayur 085250575811

Alergi adalah bentuk respons sistem imun terhadap benda asing yang dianggap berbahaya oleh tubuh. Benda asing ini disebut alergen (pemicu alergi).

Pada orang yang tidak memiliki alergi, alergen umumnya tidak membahayakan kesehatan. Namun sistem kekebalan tubuh pada penderita alergi menganggap alergen sebagai ancaman bagi tubuh, sehingga menyerang alergen dan memicu reaksi alergi.  Berikut rangkumannya dalam ulasan Kenali alergi lebih dalam dengan 5 hal ini, untuk konsultasi masalah luka anda di nci teluk bayur 085250575811

Reaksi alergi tidak boleh disepelekan. Bila alergi terjadi dengan kondisi sangat parah (anafilaksis), nyawa penderitanya akan dalam bahaya. Karena itu, anafilaksis harus ditangani secepatnya di rumah sakit.

 

Gejala

Gejala alergi berbeda-beda pada tiap penderita, tergantung tipe alergi dan tingkat keparahannya. Berikut ciri-ciri alergi berdasarkan jenis alerginya:

  1. Alergi makanan

Alergi makanan dapat menyebabkan pembengkakan, biduran atau kaligata, mual, rasa lelah berlebihan, dan sebagainya. Reaksi alergi setelah mengonsumsi makanan tertentu terkadang tidak langsung muncul sehabis Anda makan, namun bisa beberapa menit hingga jam setelahnya. 

Bila Anda mengalami reaksi alergi serius setelah melahap makanan tertentu dan tidak tahu penyebab spesifiknya, segeralah berkonsultasi ke dokter. 

 

  1. Alergi yang berkaitan dengan musim atau cuaca tertentu

Alergi yang berhubungan dengan musim atau cuaca tertentu disebut hay fever atau rinitis alergi. Gejalanya mirip dengan gejala flu yang meliputi hidung tersumbat atau berair serta mata yang membengkak. 

Hay fever merupakan reaksi alergi terhadap serbuk tanaman tertentu atau zat lainnya. Terdapat dua jenis hay fever, yaitu tipe musiman dan parenial .

Hay fever musiman hanya terjadi ketika memasuki musim tanaman tertentu, yang melepas serbuk dan memicu alergi. Sementara rinitis alergi tipe parenial merupakan hay fever yang tidak dipengaruhi oleh musim tanaman. 

=============== WATCH THIS VIDEO ===============

  1. Alergi akibat gigitan serangga dan pemakaian obat-obatan

Gigitan serangga dan obat-obatan tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi berupa:

  1. Pembengkakan yang luas di sekitar area gigitan.
  2. Rasa gatal dan terbentuk biduran di sekujur tubuh.
  3. Batuk-batuk.
  4. Mengi, yakni timbul bunyi ‘ngik’ tiap menarik napas.
  5. Rasa sesak atau kesulitan bernapas.

 

  1. Alergi pada kulit

Reaksi alergi pada kulit mungkin merupakan suatu gejala dari alergi pada umumnya. Alergi ini bisa juga muncul sebagai akibat paparan alergen langsung ke kulit. 

Beberapa gejala alergi kulit meliputi:

  1. Ruam kemerahan.
  2. Eksim yang gatal dan gampang berdarah.
  3. Sakit tenggorokan atau tenggorokan gatal akibat iritasi dan peradangan tenggorokan.
  4. Biduran.
  5. Pembengkakan mata.
  6. Sensasi panas seperti terbakar. 

 

  1. Anafilaksis

Reaksi alergi berat dapat menimbulkan masalah serius yang disebut anafilaksis. Gejala anafilaksis umumnya berupa:

  1. Kesulitan bernapas.
  2. Rasa kerongkongan seperti menyempit
  3. Pusing.
  4. Sensasi seperti hendak pingsan.
  5. Pingsan.

Bila Anda mengalami gejala anafilaksis, segeralah ke unit gawat darurat rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan secepat mungkin.

 

Penyebab

Penelitian tidak menemukan jawaban pasti mengenai penyebab alergi. Oleh sebab itu, pemicu sistem imun menyerang benda asing yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh juga belum diketahui hingga sekarang. 

Meski demikian, para pakar memperkirakan ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami alergi. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  1. Faktor genetik

Apabila ada anggoa keluarga Anda yang mengalami alergi tertentu, risiko Anda untuk mengalami alergi juga akan meningkat. Jenis alergi yang muncul pun terkadang tidak sama. 

  1. Mengidap penyakit tertentu

Seseorang lebih rentan mengalami alergi bila dirinya mengidap asma, biduran, atau eksim.

Beberapa alergen di bawah ini juga sering menjadi pencetus reaksi alergi:

  1. Serbuk sari, bulu binatang, tungau, dan banyak lagi
  2. Makanan tertentu, seperti kacang-kacangan, gandum, kedelai, ikan, kerang, telur, dan susu.
  3. Sengatan serangga, misalnya lebah.
  4. Obat-obatan tertentu, terutama golongan antibiotik penisilin.
  5. Bahan tertentu, contohnya lateks.

 

Diagnosis

Dokter mendiagnosis alergi dengan tiga langkah berikut ini:

  1. Menanyakan beberapa hal seputar gejala Anda.
  2. Menanyakan tentang riwayat medis Anda maupun keluarga.
  3. Melakukan pemeriksaan fisik.
  4. Melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab alergi.

Pemeriksaan penunjang yang biasanya dokter sarankan untuk mendiagnosis dan mengindentifikasi penyebab alergi adalah pemeriksaan darah dan tes alergi di kulit (skin prick test). 

Pada saat tes darah, dokter akan mengecek ada tidaknya antibodi yang menyebabkan reaksi alergi. Antibodi ini bernama imunoglobulin E (IgE). 

Sementara pada tes alergi pada kulit, kulit Anda akan dicukit atau digores dengan jarum kecil yang mengandung alergen tertentu.

Kulit yang menjadi lokasi skin prick test kemudian didiamkan selama beberapa saat sambil dipantau. Jika terjadi reaksi tertentu pada kulit Anda, ini menandakan bahwa Anda memiliki alergi terhadap zat tersebut.

 

Pengobatan

Terdapat beberapa tipe pengobatan alergi berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Berikut sederet penanganan alergi yang dapat direkomendasikan oleh dokter:

  1. Obat-obatan

Obat alergi dapat membantu dalam mengatasi gejala alergi yang ringan. Obat antihistamin, kortikosteroid, dekongestan merupakan contohnya. Obat ini bisa didapat secara bebas maupun dengan resep dokter. 

  1. Suntikan Epinefrin

Bila Anda mengalami anafilaksis, dokter atau petugas medis akan langsung memberikan suntikan epinefrin untuk meredakan gejalanya supaya tidak berujung fatal. 

  1. Imunoterapi

Jenis terapi ini hanya boleh diberikan oleh dokter. Imunoterapi dilakukan dengan memberikan suntikan selama beberapa tahun untuk membantu tubuh penderita agar terbiasa dengan alergen tertentu. Dengan ini, reaksi alergi di kemudian hari bisa dikurangi bahkan dicegah.

 

Pencegahan

Alergi termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun bila penyebabnya sudah diketahui, Anda bisa mencegah serangannya dengan menghindari alergen tersebut. 

Anda juga sebaiknya selalu menyediakan obat alergi di rumah maupun membawanya dalam tas saat bepergian. Dengan ini, Anda bisa langsung menggunakannya ketika reaksi alergi menyerang agar tidak berujung pada anafilaksis.

 

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala alergi, terutama jika tingkat keparahan gejala termasuk berat atau anafilaksis.

 

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila mencurigai kondisi Anda sebagai reaksi alergi, dokter umum mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis alergi.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  1. Buat daftar seputar gejala alergi yang Anda rasakan dan apa saja alergen yang mungkin menyebabkannya.
  2. Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  3. Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  4. Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

 

Apa yang akan dilakukan dokter pada saat konsultasi

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apa saja gejala yang Anda rasakan? 
  2. Apa saja faktor pencetus reaksi alergi yang mungkin Anda miliki?
  3. Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  4. Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dan mencari penyebab alergi agar dokter bisa merencanakan pengobatan yang tepat.

BILA ANDA LUKA SEGERA HUBUNGI

PUSAT PERAWATAN LUKA NCI CENTRE KALIMANTAN
KONSULTASI GRATIS

KLIK DI SINI

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Maag kumat atasi dengan 5 bahan alami ini

Luka bakar? jangan Dioles sembarangan